Harianpublik.id,Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Pengendalian Penduduk dan Perlindungan Perempuan (DPMGP4) Nagan Raya berupaya untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak.
Hal itu guna memastikan terpenuhinya kebutuhan perlindungan perempuan dan anak, sehingga harus menekankan pentingnya peran desa yang menjadi kunci pembangunan nasional mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).
Kali ini, DPMGP4 Nagan Raya kembali melakukan Rembuk Desa yang berlangsung di Desa Jokja, Kecamatan Kuala sebagai pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, pada Kamis (3/8/2023) kemarin.
Kepala DPMGP4 Nagan Raya, Damharius melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Masitoh menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindaklanjut dari kegiatan yang telah dilakukan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sebagai pengembangan model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Dimana sebelumnya telah dilakukan di Desa Lawa Batu Kecamatan Kuala dan Desa Purwosari Kecamatan Kuala Pesisir.
“Desa Jokja merupakan desa yang keempat setelah Desa Lueng Baro, Kecamatan Suka Makmue yang dibina untuk dijadikan contoh Desa Ramah Perempuan dan Anak di Nagan Raya,” sebut Masitoh.
Rembug Desa ini, tambah Masitoh, dalam rangka pemetaan kondisi desa berdasarkan 10 indikator kelembagaan yang mengacu pada pelaksanaan DRPPA dengan melibatkan masyarakat Desa Jokja secara langsung.
Harapannya, dengan dibentuknya desa ramah perempuan dan anak dapat mencegah kekerasan dan membantu pembangunan di Nagan Raya.
“Semoga dengan adanya pembentukan kelembagaan ini dapat menurunkan kesenjangan gender dan meningkatkan peran aktif perempuan,” harap Masitoh.
“Kegiatan ini juga sebagai role model bagi desa lain untuk menjadikan Desa Ramah Perempuan dan Anak,” tutupnya. (**)
Penulis: Helman







Komentar