Harianpublik.id,Kendari – Sebanyak 13 siswi SMK Negeri 4 Kendari, Sulawesi Tenggara, melaporkan dugaan pelecehan oleh seorang guru berinisial I. Dugaan tersebut disebut terjadi berulang saat proses pembelajaran di kelas maupun kegiatan belajar kelompok di laboratorium.
Dilansir Kendarihariini.com, para siswi yang berasal dari dua kelas dalam satu jurusan mengaku mengalami tindakan berupa sentuhan pada bagian tubuh sensitif. Awalnya, sejumlah korban menganggap kejadian tersebut tidak disengaja. Namun, tindakan serupa disebut berulang dan dialami lebih dari satu siswi.
Para korban kemudian menyampaikan pengaduan kepada Kepala SMKN 4 Kendari, Herman. Mereka juga mengaku sempat takut melapor karena terduga guru disebut mengaitkan persoalan nilai dengan sikap siswa.
Persoalan itu kemudian memicu kedatangan sejumlah orang tua ke sekolah untuk meminta klarifikasi. Para korban juga mengaku diminta tidak mengunggah persoalan tersebut di media sosial dengan alasan menjaga nama baik sekolah.
Salah seorang korban berinisial Z mengaku mengalami trauma setelah dipertemukan dengan guru yang dilaporkan. Ia meminta kasus tersebut dilanjutkan melalui proses hukum.
Kepala SMKN 4 Kendari Herman membenarkan adanya 13 siswi yang menyampaikan laporan, namun menyebut bentuk kejadian yang dilaporkan berbeda-beda. Hingga kini, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan fakta dan proses hukum. (**)
Sumber: Kendarihariini.com












Komentar