OPINI: Tidak semua pengabdian lahir di tempat yang mudah dijangkau. Ada yang tumbuh di pulau-pulau kecil, di tengah keterbatasan, jauh dari hiruk-pikuk kota. Di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, pengabdian itu hadir melalui langkah seorang dokter hewan muda bernama drh. Jeni Yunita Ningsih.
Perempuan kelahiran Konawe, 18 Januari 1997 itu tak pernah membayangkan dirinya akan menjadi dokter hewan pertama di Kabupaten Konawe Kepulauan.
Semua bermula ketika PDHI Cabang Sulawesi Tenggara menyampaikan informasi pekerjaan di daerah kepulauan tersebut. Dengan pengetahuan yang masih sangat minim tentang Wawonii, ia tetap memutuskan untuk berangkat dan menerima tantangan itu.
Sebuah keputusan yang tentu tidak mudah
Sebagai lulusan baru Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, pengalaman yang dimiliki saat itu masih terbatas.
Namun di balik keterbatasan tersebut, tumbuh keberanian untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Pulau Wawonii bukan hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga ruang pengabdian yang perlahan membentuk keteguhan dirinya.
Di daerah kepulauan, tugas dokter hewan tidak sesederhana memeriksa ternak yang sakit. Ada banyak hal yang harus dibangun dari awal, terutama pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.
Edukasi menjadi pekerjaan utama yang harus dijalani setiap hari.Dari kandang ke kandang, dari desa ke desa, drh. Jeni mulai mengenal para peternak. Ia berbincang, mendengar keluhan mereka, sekaligus perlahan memperkenalkan cara beternak yang lebih sehat dan modern.
Baginya, pelayanan bukan sekadar datang lalu pergi, tetapi bagaimana membangun kepercayaan masyarakat sedikit demi sedikit.
Tidak semua proses berjalan mudah
Keterbatasan fasilitas, akses wilayah kepulauan, hingga minimnya pengetahuan peternak sering menjadi tantangan tersendiri. Namun justru di situlah arti sebuah pengabdian diuji.
Di tengah perjalanan itu, ia memilih kembali mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. Keputusan tersebut bukan semata untuk mendapatkan status pekerjaan yang lebih baik, tetapi sebagai bentuk keyakinan bahwa dirinya masih ingin terus membersamai perkembangan peternakan di Konawe Kepulauan.
Usaha itu akhirnya membuahkan hasil. Pada April 2025, drh. Jeni resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Konawe Kepulauan. Sebuah langkah baru yang membawa harapan lebih besar untuk pelayanan kesehatan hewan di daerah kepulauan.
Kehadiran dokter hewan sejatinya memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat. Mereka tidak hanya menjaga kesehatan ternak, tetapi juga melindungi kesehatan manusia melalui pengawasan penyakit hewan, keamanan pangan, dan kesehatan masyarakat veteriner. Di daerah seperti Wawonii, peran tersebut menjadi semakin berarti karena ternak merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat.
Apa yang dilakukan drh. Jeni mungkin terlihat sederhana. Namun dari langkah kecil itu, ada harapan besar yang sedang dijaga. Sebab membangun daerah tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, melainkan dari orang-orang yang memilih bertahan dan mengabdi dengan tulus.
Dan di Pulau Wawonii, pengabdian itu sedang hidup melalui seorang dokter hewan muda yang memilih menjaga kehidupan dari tanah kepulauan.***
Penulis: EAW







Komentar