Harianpublik.id,Kendari – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan 90 ribu pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam transaksi pembayaran non tunai periode 2023.
Dari total target 90 ribu pengguna, baru sekitar 33 persen yang terealisasi. Hal ini di ungkapkan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Aryo Wibowo Prasetyo saat Bincang Bareng Media (BBM) di salah satu hotel Kendari Jum’at (21/7/2023).
Dikatakannya, QRIS merupakan sebuah kanal pembayaran digital dengan menyatukan berbagai macam Quick Response (QR) dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dengan menggunakan satu QR Code saja.
“Untuk itu kita targetkan QRIS di Sultra bakal mencapai 90 ribu pengguna,” jelas Aryo.
Lanjut dia, untuk mencapai target tersebut BI melakukan sinergitas bersama Pemerintah Daerah, pelaku UMKM, Komunitas, pelaku usaha, agar menggunakan QRIS secara optimal.
“Saat ini penggunaan QRIS di Sultra baru 30 ribu pengguna, kurang lebih 25 persen saja. targetnya kedepan itu masih berat, masih tersisah 75 persen untuk mencapai 90 ribu pengguna,” terangnya.
Aryo menyebut bahwa langkah-langkah yang dilakukan BI diantaranya melakukan pendekatan melalui komunitas, menyasar pedagang-pedagang dan UMKM lalu pasar tradisional.
“Kemudian para ASN, targetnya 125 ribu pegawai negeri sipil Agara menggunakan QRIS, termasuk juga penyelenggaraan pasar murah dengan bekerjasama Perumda, dan Kadin Sultra melakukan pasar siap QRIS dan pojok QRIS,” pungkasnya. (**)
Penulis: Muamar







Komentar