Buka PTQN ke-53, Wamenag: Ini Jadi Momentum Bangkitnya Toleransi Persaudaraan Dalam Merawat Kerukunan

Harianpublik.id,Kendari – Perhelatan Pekan Tilawatil Quran (PTQ) Radio Republik Indonesia (RRI) Tingkat Nasional ke-53 resmi bergulir. Event religi itu dibuka secara lansung oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia (RI), Zainut Tauhid Sa’adi di Kawasan Eks MTQ, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu malam (1/4/2023).

Meskipun sempat tertunda akibat diguyur hujan deras, pembukaan event tahunan itu tetap berlangsung dengan penuh khidmat. Pemukulan bedug oleh Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi bersama dan Gubernur Sultra Ali Mazi menjadi tanda dimulainya ajang PTQN ke-53 tahun 2023 itu.

Turut hadir dalam pembukaan, Wakil Gubernur, Anggota DPR RI Asal Sultra, Direktur Utama LPP RRI, Dewan Pengawas LPP RRI, Ketua DPRD, Forkopimda, Kabinda, Sekretaris Daerah, Ketua Pengadilan Tinggi, Danlanal Kendari, Danlanud Haluoleo, KaKanwil Kementerian Agama, Pj. Wali Kota Kendari, Bupati Bombana, Pj. Bupati Kolaka Utara, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemerintah Provinsi Sultra, Ketua Dewan Hakim PTQ RRI dan Panitia Pusat dan Daerah PTQ RRI.

Pasalnya, pelaksanaan PTQ RRI dengan tema ‘Mewujudkan Masyarakat Toleran Berakrakter Qur’ani untuk Indonesia Kuat’ ini bakal berlangsung selama enam hari, terhitung 1 hingga 6 April 2023 mendatang, yang diikuti kafilah dari seluruh Satuan Kerja (Satker) RRI se Indonesia.

Zainut Tauhid Sa’adi mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sulawesi Tenggara yang telah menjadi tuan rumah dengan menyelenggarakan PTQ LPP RRI Nasional ke-53. Ia juga mengapresiasi pelaksnaan PTQ ke-53 yang secara konsisten dilaksanakan RRI dalam rangka memelihara kecintaan dan kesadaran umat Islam.

“Saya sangat mengapresiasi bapak Gubernur Sultra karena telah beberapa kali menjadi tuan rumah untuk kegiatan kegiatan keagamaan,” ucapnya.

“Pekan Tilawatil Quran juga merupakan bukti komitmen RRI, yang terus memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan nilai nilai moderasi beragama di Indonesia,” sambung Zainut.

Zainut berharap gema Pekan Tilawatil Quran bisa menjadi syiar dakwah dalam rangka memelihara kecintaan dan kesadaran umat Islam untuk mendalami esensi, makna, dan hikmah yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadits sebagai petunjuk.

Selain itu, orang nomor dua di Kementerian Agama ini menyebut salah satu tantangan permasalahan yang perlu menjadi perhatian bersama adalah upaya membentengi generasi muda muslim dengan penanaman akidah yang lurus dan pemahaman beragama yang benar.

Untuk itu, tambahnya, PTQ RRI ini menjadi momentum bangkitnya kembali semangat toleransi dan persaudaraan dalam merawat kerukunan ditengah keberagaman.

“Kebhinekaan adalah anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Nenek moyang kita sejak dulu sudah memperlihatkan saling toleransi menghormati. Keberagaman adalah kekuatan, jalin terus persaudaraan sebagimana diajarkan pendahulu bangsa,” tandas Wamenag RI.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi menyambut baik tema yang diusung pada pelaksanaan PTQ RRI tahun ini.

“Tema tersebut mengandung pesan dan makna bahwa toleransi menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai qur’ani yang menjadi salah satu modal utama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tukas orang nomor satu di Bumi Anoa itu.

Untuk diketahui, terdapat 199 finalis terbaik dari satuan kerja RRI di seluruh Indonesia mengikuti lomba PTQ RRI ke-53 yaitu tilawah, tausiah, tahfiz, dan tartil. (**)

Komentar