Buntut Tenaga Kesehatan 2 Bulan Tak Digaji, Bupati Haliana Didemo

HarianPublik.id,Wakatobi – Aliansi Suara Lantang Rakyat Oposisi Kabupaten Wakatobi melakukan aksi demonstrasi buntut dari tidak dibayarnya gaji tenaga kesehatan (Nakes) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di depan Kantor Bupati Wakatobi, pada Rabu (16/10/2024).

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan Rozik Arifin menyampaikan selama terbentuknya kepemimpinan di Kabupaten Wakatobi baru terjadi masa kepemimpinan H Haliana terkait penahan gaji nakes sudah 2 bulan terakhir, yaitu September dan Oktober 2024.

Hal tersbut kata dia, tentu mencederai nilai-nilai kemanusian akibat kepala daerah yang sewenang-wenang, padahal dalam sektor kesehatan dan pelayanan kesehatan ini sangat urgen.

“Jika ini terjadi terus menerus maka akan terjadi mendeknya pelayanan. Jadi kira kira siapa yang bertanggungjawab mengenai persoalan tersebut,” ucapnya, pada Rabu (16/10).

Ia juga menyinggung terkait slogan ‘Wakatobi Sentosa’ diantaranya merdeka sehat yang merupakan program unggulan Bupati Wakatobi.

“Wakatobi sentosa, kesentosaan apa yang dimaksud?, Dalam program merdeka sehat seperti apa? Dimana gaji ASN baik PNS dan P3K di Kabupaten Wakatobi?,” tegas Rozik.

Persoalan tersebut, sambung dia, patut dipertanyakan. Mengingat, persoalan tidak terbayarnya gaji itu sebelum
Haliana cuti untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. “Kembalikan hak-hak tenaga kesehatan itu, jangan dicurangi dengan sewenang-wenang,” imbuhnya.

“Mau makan apa anak-anak mereka, mari kita gunakan akal sehat, gunakan asas kemanusian, jangan semaunya kelola anggaran daerah, sebab itu bukan uang pribadi Bupati,” tambah dia.

Negara sudah memberikan sumpah jabatan kepada ASN, namun saat mereka menjalankan tugasnya justru hak-hak mereka dizolimi.

“Lapar dengan uang rakyat, dimana rasa keadilan pemimpin yang berpura-pura miskin,” kesal Rozik. (**)

Penulis: Nur Akbar

Komentar