Buri Sininta hingga Rapa Dara, Ciri Khas Bombana Curi Perhatian di Pawai HUT Sultra ke-62

Harianpublik.id, Kendari – Penampilan Kabupaten Bombana dalam Pawai Budaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara sukses mencuri perhatian. Mengusung kekayaan tradisi lokal, Bombana tampil menonjol dengan ciri khas busana adat yang sarat makna dan filosofi budaya.

Sekitar 150 peserta yang tergabung dalam rombongan Bombana tampil memukau dengan balutan busana tradisional seperti Buri Sininta, Bosu-Bosu, dan Rapa Dara. Ragam kostum tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mencerminkan identitas dan nilai historis masyarakat Bombana yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Kekompakan barisan yang dipimpin Plt Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anton Ferdinan, menjadi salah satu daya tarik utama. Setiap langkah yang tertata rapi menunjukkan kesiapan dan keseriusan Bombana dalam menampilkan yang terbaik di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.

“Ini bukan sekadar pawai, tapi bagian dari upaya kami memperkenalkan budaya Bombana kepada masyarakat luas. Kami ingin menunjukkan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan patut dibanggakan,” ujarnya.

Dukungan penuh pemerintah daerah juga terlihat dari kehadiran langsung Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Ketua TP-PKK serta Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si. Kehadiran para pimpinan daerah ini semakin memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya merupakan prioritas bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa budaya adalah jati diri daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Melalui pawai budaya ini, kita tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Bombana,” ungkapnya.

Penampilan Bombana pun mendapat apresiasi dari masyarakat yang memadati lokasi pawai. Banyak penonton mengaku terkesan dengan keunikan busana, kekompakan peserta, serta nuansa tradisional yang kuat dibandingkan peserta lainnya.

Pawai budaya ini sendiri diikuti oleh 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara dan menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus mempererat hubungan antar daerah. Di tengah kemeriahan tersebut, Bombana berhasil tampil percaya diri dan meninggalkan kesan mendalam.

Dengan mengusung ciri khas yang kuat dan autentik, Bombana tidak hanya sekadar berpartisipasi, tetapi juga menegaskan eksistensinya sebagai daerah yang kaya budaya dan berkomitmen melestarikan warisan leluhur. (**)

Reporter: Ismi Azizah 

Komentar