Cegah Kekerasan di Sekolah, Polres Bombana Ajak Siswa SMA 3 Berani Bersuara

Harianpublik.id,Bombana – Kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah menjadi perhatian Polres Bombana. Upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan edukasi langsung kepada guru dan siswa mengenai cara mengenali, mencegah hingga menangani tindak kekerasan terhadap anak.

Edukasi tersebut disampaikan Ps. Kanit IV PPA Satuan Reskrim Polres Bombana, AIPTU Erlan, S.H., saat menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Sekolah Ramah Anak di SMA Negeri 3 Bombana, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang diikuti guru, staf dan siswa SMA Negeri 3 Bombana tersebut membahas berbagai persoalan terkait kekerasan terhadap anak, termasuk langkah yang harus dilakukan ketika menemukan adanya tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

AIPTU Erlan dalam pemaparannya mengingatkan bahwa pencegahan kekerasan tidak cukup hanya dilakukan setelah kejadian terjadi. Menurutnya, seluruh warga sekolah perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai bentuk-bentuk kekerasan agar dapat mengenali tanda-tandanya sejak awal.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Guru, staf dan siswa harus mengetahui bentuk-bentuk kekerasan sehingga ketika ada kejadian bisa segera dikenali dan ditindaklanjuti,” ujar Erlan dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengajak para siswa untuk tidak takut menyampaikan atau melaporkan apabila mengalami maupun mengetahui adanya kekerasan terhadap teman di lingkungan sekolah.

“Jangan membiarkan kekerasan terjadi hanya karena takut untuk berbicara. Kalau melihat atau mengetahui adanya kekerasan terhadap anak, segera sampaikan kepada guru, pihak sekolah atau pihak yang berwenang agar bisa ditangani,” tegasnya.

Selain membahas pencegahan, Erlan memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap anak serta langkah yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya.

Para peserta juga diberikan edukasi mengenai konsekuensi hukum yang dapat dihadapi pelaku kekerasan terhadap anak, termasuk ancaman pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Erlan berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman selama kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang. Karena itu, menciptakan sekolah yang ramah anak membutuhkan kepedulian dan keberanian semua pihak untuk mencegah serta melaporkan jika terjadi kekerasan,” pungkasnya.

Melalui Workshop Sekolah Ramah Anak ini, Polres Bombana mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan, sekaligus meningkatkan kesadaran siswa maupun tenaga pendidik untuk berani bersuara ketika menemukan adanya tindakan yang merugikan anak. (**)

Penulis: Ismi Azizah 

Komentar