Festival Kuliner Legendaris “Tjap Legende” Hadir Perdana di Kendari, Suguhkan Ratusan Menu Nusantara

HarianPublik.id,Kendari – Festival kuliner legendaris terbesar di Indonesia bertajuk Tjap Legende resmi digelar di Lippo Plaza Kendari mulai 19 hingga 30 November 2025. Iven berskala nasional ini menghadirkan ratusan jenis makanan otentik khas Nusantara dari berbagai kota besar di Indonesia.

Festival ini diselenggarakan oleh Jakarta Innovative & Interactive Solution Communications (JiisComm).

Marcell, perwakilan dari JiisComm Jakarta, menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya Tjap Legende digelar di Kendari pada tahun 2025, menjadi kota ke-10 dari rangkaian roadshow yang menjangkau lebih dari 11 kota, sebelumnya di Makassar.

“Konsep festival ini adalah memperkenalkan makanan legendaris khas Nusantara, seperti Apem Beras dari Yogyakarta, Sate Klathak dari Solo, Es Ce Hun Tiaw dan Kwetiau dari Pontianak, Cuanki dari Bandung, Lumpia Semarang, serta ratusan makanan lainnya dari 40 tenant yang ikut serta,” ungkapnya.

Marcell juga menjelaskan bahwa Lippo Plaza Kendari dipilih menjadi lokasi festival bukan hanya karena hubungan baik dengan pengelola pusat perbelanjaan, tetapi juga karena area yang tersedia cocok untuk iven ini dan sesuai dengan target pasar. “Kami melihat Lippo Plaza sesuai dengan target market dan memiliki area yang bisa mengakomodasi event sebesar ini,” jelasnya.

Namun, persiapan festival ini tidak sepenuhnya tanpa kendala. Persiapan festival sudah berjalan selama beberapa bulan, dengan tantangan terbesar adalah kendala jarak dan logistik. Sebagian besar makanan dan barang dibawa dari Pulau Jawa dan Kalimantan, sehingga pengiriman ke Sulawesi Tenggara memerlukan strategi khusus untuk menjaga kualitas dan kelancaran distribusi.

“Masalah utama tentu pada logistik pengiriman barang dan transportasi, juga penyesuaian dengan kondisi lokal,” tuturnya.

Menariknya, sistem pembayaran dalam festival dibuat fleksibel dan ramah bagi semua kalangan. Selain QRIS, pengunjung dapat menggunakan pembayaran cash melalui sistem top up kartu di kasir yang telah disediakan.

“Ini untuk mengakomodasi pengunjung, terutama orang tua atau masyarakat yang belum menggunakan pembayaran digital,” tambahnya.

Marcell berharap festival ini dapat dinikmati oleh masyarakat Kendari dan memberikan pengalaman kuliner baru bagi warga Kendari. “Harapannya masyarakat bisa menikmati kuliner khas berbagai daerah tanpa harus datang ke kotanya langsung,” tutupnya. (**)

Reporter: Malika

Komentar