Harianpublik.id,Kendari – Guna menekan laju angka inflasi pada Bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1444 H, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Pasar Kota Kendari menggelar pasar murah.
Kegiatan bertajuk “Bergerak Untuk Pasar Murah” itu bakal diadakan di empat pasar tradisional di Kota Kendari, diawali di Pasar Rakyat Lapulu sejak 6 hingga 9 April 2023 mendatang.
Pembukaan Pasar murah tersebut diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kadin Sultra dan Pemerintah Kota Kendari, Kadin Sultra dan Perusda Pasar Kota Kendari. Dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya pasar murah.
Dalam kesempatan itu, Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang sangat mengapresiasi pelaksanaan pasar murah tersebut, sebagai salah satu program unggulan Kadin Sultra setiap tahunnya dalam upaya menekan inflasi di Sultra.
“Kadin sendiri mensubsidi lima ribu rupiah setiap kilo untuk semua item produk yang dijual di pasar murah ini. Hal ini untuk memastikan kecukupan pangan di bulan puasa maupun menjelang lebaran nanti,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa Kadin ikut mengambil peran dalam mengurangi beban masyarakat. Salah satunya lewat partisipasi pasar murah, maka dapat menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat.
Menurutnya, masyarakat sangat antusias menghadiri pasar murah tersebut karena perbedaan harga yang ditawarkan sangat jauh berbeda dengan harga di pasar pada umumnya. Selain menekan laju inflasi, kegiatan pasar murah memang sudah menjadi agenda rutin tahunan yang dilakukan Kadin Sultra.
“Kami berharap ini bisa membantu untuk menekan angka inflasi,” harapnya.
Untuk itu, lanjut AT sapaan akrab Anton Timbang, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Pemkot Kendari hingga pemerintah daerah lainnya yang berada di Sultra sebagai langkah kontribusi kadin dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang lebaran.
Sementara itu, Pejabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu menambahkan, pasar diadakan dalam rangka menjaga harga dan memastikan kebutuhan bahan pokok, tidak hanya saat bulan puasa maupun menjelang Idul Fitri namun dapat berkelanjutan.
“Kami informasikan bahwa kota Kendari dalam penilaian TPID pusat pada Maret, angka inflasi cukup signifikan sehingga kita berada di peringkat ke tiga tertinggi nasional. Kita berharap dengan pelaksanaan pasar murah ini menjadi jawaban dan solusi untuk menekan inflasi di Kota Kendari,” harap Asmawa.
Orang nomor satu di Kota Lulo itu mengapresiasi apa yang dilakukan Kadin Sultra. “Kami berterima kasih kepada Kadin Sultra yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam menekan laju inflasi dengan cara melakukan stabilisasi harga kebutuhan pokok,” cetusnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan momentum pasar murah dalam memenuhi kebutuhan pokok.
“Mudah-mudahan dengan pasar murah ini angka inflasi bisa ditekan dan harga bisa stabil karena harga yang ditawarkan begitu jauh di bawah harga umum,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Perusda Pasar Kota Kendari Saipuddin menjelaskan, pelaksanaan pasar murah tersebut diinisiasi oleh Perusda Pasar Kota Kendari dengan mengandeng dua distributor yakni Badan Usaha Logistik (Bulog) Sultra dan Indomaret.
“Kegiatan ini dalam rangka pengendalian lonjakan harga pasar di bulan puasa. Sebab momen seperti ini harga terkadang mereka mainkan dan itu bisa meningkatkan laju inflasi,” katanya.
Sapiuddin menambahkan, untuk setiap harinya pihaknya akan menyiapkan 400 paket belanja. Sementara untuk waktu pelaksanaannya dimulai pukul 14.00 Wita – 17.00 Wita berlaku setiap titik pelaksanaan.
Untuk diketahui, pasar murah akan digelar di empat lokasi berbeda, dimulai hari ini hingga 9 April mendatang digelar di Pasar Lapulu. Kemudian, 11 hingga 12 April berlanjut di Pasar Rakyat Nambo. Selanjutnya, Pasar Rakyat Punggolaka akan digelar tanggal 14 hingga 16 April dan berakhir di Pasar Baruga pada tanggal 18 hingga 19 April. (**)
Penulis: Muamar







Komentar