Harianpublik.id,Meulaboh – Ustadz H Dhiauddin LC MA tengah ramai jadi perbincangan di Aceh setelah viral di media sosial (medsos) saat mengikuti lomba adzan internasional di Arab Saudi. Ia merupakan putra asli Aceh Barat, anak dari pasangan Tgk H Nazaruddin Basyah dan Nurwahidah.
Kini keluarga itu tinggal di Desa Peunaga Paya, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Sebelum musibah tsunami melanda Aceh, mereka bermukim di Gampong Suak Ribee Kecamatan Johan Pahlawan.
Ternyata keluarga tersebut adalah keluarga qari dan qaiah. Sang ayah H Nazaruddin adalah sosok qari nasional dari Aceh Barat. Bakat sang ayah itulah yang mengalir deras dalam tubuh Dhiauddin.
Dhiauddin mengenyam pendidikan dasar di SD Peunaga, kemudian melanjutkan MTsN Model Meulaboh, dan MAPK Banda Aceh. MAPK adalah kumpulan pelajar berbakat dan berprestasi atau jalur sekolah unggulan.
Tamat dari MAPK, pria kelahiran 1989 itu melanjutkan kuliah S1 langsung di Mesir Kairo. Selanjutnya melanjutkan S2 di Malaysia dan sekarang sedang melanjutkan program Doktoral di Universitas Malaysia.
Sang ayah berkisah, saat anaknya mengikuti lomba adzan di Arab, awalnya hanya iseng iseng. Saat itu hanya sebatas untuk coba-coba, dimana pendaftarannya dilakukan secara online serta mengirimkan rekaman adzan ke pihak panita. Setelah itu ia menuggu penilaian dari tim penilai yang ditunjuk oleh panitia.
Nazarrudin mengatakan, anaknya itu mendapat undangan dari penyelenggara perlombaan azan sedunia itu sebulan menjelang diselenggarakan perlombaan tersebut pada tahun 2023.
Dari situlah Dhiauddin memutuskan ikut berkompetisi secara langsung sesuai undangan panitia. Dengan kata lain, Ustadz Dhiauddin lulus dalam proses audisi awal. “Semula ia mengatakan kepada saya keikutsertaannya pada kontes itu hanya sekedar coba-coba dan tidak berharap banyak,” ucap Nazaruddin saat ditemui jurnalis Harianpublik.id di kediamannya, pada Selasa (4/4/2023) kemarin.
“Ternyata Alhamdulillah mendapat panggilan untuk tahapan selanjutnya. Jujur saya tidak berpikir anak saya itu akan lolos ke final. Kini ia sudah masuk 4 besar dan akan tampil lagi pada 17 Ramadhan nanti,” sambungnya.
Lanjut Nazaruddin, Dhiaudin meminta doa dan dukungan kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya masyarakat Aceh Barat agar memudahkan jalannya menuju yang terbaik, dan semua itu tak lepas dari ridho Allah SWT.
Untuk itu, ia berharap anaknya dapat mengharumkan nama Indonesia khususnya Aceh Barat di perlombaan tersebut. “Kita doakan saja semoga dia berhasil,” pintanya.
Nazaruddin juga berharap anaknya bisa mengabdi di Aceh Barat, setelah menamatkan pendidikan doctornya kelak. Misalnya menjadi pengajar pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Meulaboh dan bisa berkumpul bersama keluarga besar di Meulaboh nantinya.
“Kita doakan, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik untuk Dhiaudin dalam mengikuti perlombaan adzan tingat iternasional ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Dhiauddin saat ini sedang mengikuti lomba adzan yang digelar ‘Otr Elkalam’ di Arab Saudi. Video Dhiauddin tengah mengumandangkan adzan ikut diunggah di akun medsos Otr Elkalam, yang menyebutkan salah seorang dewan juri, Syeich Bahloul meneteskan air mata saat mendengar Dhiuddin mengumandangkan adzan dalam lomba azan internasional itu. (**)
Penulis: Helman










Komentar