HarianPublik,Bombana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana terus menunjukkan komitmen kuat dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya. Tak sendiri, Pemkab Bombana menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sebagai mitra strategis dalam menjalankan berbagai program penanganan stunting yang menyasar langsung akar permasalahan di tingkat masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pencegahan stunting hanya bisa berhasil jika dikerjakan secara bersama dan terintegrasi.
Sejak tahun 2022, program Bapak Bunda Asuh Anak Stunting menjadi tonggak awal upaya sistematis pemerintah dalam menangani stunting di Bombana. Saat itu, angka stunting masih berada di atas 30 persen. Melalui program ini, seluruh kepala perangkat daerah ditunjuk sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang masuk dalam kategori stunting. Dimana, mereka bertanggungjawab atas pemantauan dan intervensi langsung terhadap kondisi anak-anak tersebut.
Dalam kegiatan yang digelar di halaman Kantor Camat Lantari Jaya pada Selasa, 1 Juli 2025, Bupati Bombana H. Burhanuddin menegaskan pentingnya peran semua elemen, terutama desa, dalam menyukseskan program. Ia menyebut desa sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga diharapkan mampu menjadi titik awal pencegahan dan penanganan kasus stunting.
“Sejak saya menjabat Pj Bupati tahun 2022, kita langsung bergerak dengan penanganan berkala. Program orang tua asuh ini bukan sekadar formalitas. Ini bentuk tanggung jawab moral dan sosial kita semua,” ujar Burhanuddin di hadapan Pemerintah Desa dan perangkat kecamatan.
Bupati Bombana juga mengingatkan bahwa pemberian bantuan gizi hanya lah salah satu bagian dari proses panjang pemberdayaan masyarakat. Bantuan tersebut, kata dia, hanya stimulan untuk memicu perhatian keluarga terhadap pentingnya gizi dan pola hidup sehat.
“Yang penting itu deteksi dini. Kalau ada anak atau ibu hamil yang butuh perhatian, sampaikan ke kepala desa. Kalau tidak bisa ditangani, lanjut ke camat, bahkan ke saya. Jangan tunggu sampai anak tumbuh dalam kondisi yang tidak normal,” tegasnya.
Sejalan dengan langkah pemerintah, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana di bawah kepemimpinan Hj. Fatmawati Kasim Marewa juga terus melangkah aktif di lapangan. Sejak tiga tahun terakhir dan baru berlanjut saat ini, PKK Bombana kembali hadir menggulirkan program Gerobak D’ASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), yang beroperasi di setiap posyandu dengan menyediakan makanan dan minuman bergizi bagi ibu hamil dan balita.
Program ini bukan hanya menjadi simbol perhatian PKK terhadap masalah stunting, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan penguatan gizi bagi keluarga. Makanan yang disiapkan di Gerobak D’ASHAT dibuat sesuai prinsip gizi seimbang, dipadukan dengan penyuluhan langsung dari kader dan petugas kesehatan.
“Kami di PKK ingin membantu pemerintah secara langsung. Gerobak D’ASHAT bukan sekadar tempat makan, tapi ruang edukasi bagi ibu-ibu tentang pentingnya gizi, kebersihan, dan pemantauan tumbuh kembang anak,” ungkap Hj. Fatmawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Posyandu Kabupaten Bombana.
Dalam kunjungannya ke Posyandu Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, pada Jumat 11 Juli 2025, PKK kembali membagikan makanan sehat dan bahan pangan seperti telur, beras, dan minyak goreng kepada para ibu hamil dan ibu balita. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat, terutama mereka yang selama ini belum mendapatkan akses gizi memadai.
Fatmawati menambahkan bahwa program ini akan terus diperluas jangkauannya agar setiap posyandu di desa-desa Bombana dapat menjalankan perannya sebagai pusat gizi dan kesehatan keluarga.
“Kami ingin setiap posyandu menjadi titik awal perubahan. Dengan gerobak sehat ini, kami hadir di tengah masyarakat, tidak hanya memberi, tetapi juga mengajak untuk sadar dan peduli,” katanya.
Kolaborasi erat antara Pemkab Bombana dan PKK ini menjadi contoh bagaimana sinergi antarlembaga mampu menciptakan dampak yang nyata bagi masyarakat. Dengan menyatukan kekuatan kebijakan, sumber daya, dan kepedulian sosial, Bombana optimistis mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dan mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Kalau semua pihak bergerak, tidak ada yang mustahil. Ini kerja kita bersama, untuk anak-anak kita, untuk masa depan Bombana,” tutup Bupati Burhanuddin. (**)
Penulis: Ismi Azizah












Komentar