Harianpublik,Makassar – Malam itu, ribuan massa tumpah ruah di jalanan Makassar. Mereka turun ke jalan menyuarakan keadilan atas tewasnya seorang driver ojek online, Affan Kurniawan, yang sebelumnya meninggal tragis setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat mengawal aksi unjuk rasa di Kantor DPR RI Jakarta, pada Jumat (29/8/2025).
Api menyala, suara ledakan molotov dan teriakan massa menggema, menciptakan suasana mencekam. Di tengah kobaran amarah itu, satu nyawa rakyat kecil kembali melayang. Dia adalah Abay, seorang fotografer Humas DPRD Makassar di kenal dengan sosok pegawai sederhana sama sekali bukan provokator, bukan perusuh, namun takdir justru menyeretnya menjadi korban.
Dalam chat terakhirnya, Abay menuliskan kalimat yang kini terasa begitu memilukan:
“Bismillah. Mohon maaf kalau ada salahku semua. Sehat sehati nah. Dikepung… nda bisa apa-apa. Mohon doata.”
Pesan itu dikirim pukul 21.31, hanya beberapa menit sebelum ia benar-benar ditemukan tak bernyawa. Video terakhir yang ia kirim memperlihatkan dirinya sulit bernapas, terjebak di dalam gedung yang terkepung dan dihantam bom molotov dari luar.
Jenazah Abay baru berhasil dievakuasi setelah melalui proses panjang dan penuh risiko. Ponselnya ditemukan di atas tubuhnya, seolah menjadi saksi bisu bagaimana seorang rakyat kecil menghembuskan napas terakhir di tengah kekacauan yang bukan ulahnya.
Kabar kepergiannya langsung mengiris hati banyak orang. Rekan-rekannya mengenangnya sebagai sosok sederhana, pekerja keras, dan tak pernah sekalipun terlibat dalam masalah. “Kak Abay orang baik sekali yang tidak bersalah, justru jadi korban malam ini,” tulis salah seorang sahabatnya di media sosial.
Kini, doa-doa terus dipanjatkan untuk almarhum. Abay telah pergi, namun pesan terakhirnya “mohon doata” akan selalu menjadi pengingat betapa mahalnya harga sebuah nyawa rakyat kecil. Tragedi ini meninggalkan luka mendalam. Satu hal yang pasti, tidak ada satu pun nyawa rakyat kecil yang pantas hilang sia-sia di tengah amarah jalanan. (**)
Penulis: Ismi Azizah













Komentar