Politeknik Bombana Berduka, Dosen Nyoman Distanaya Tewas Kecelakaan Lalu Lintas

Harianpubli.id,Bombana – Suasana duka menyelimuti Politeknik Bombana. Salah satu dosen terbaik mereka, Nyoman Distanaya meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi Rabu (10/9/2025) sekitar pukul 03.00 WITA di Kecamatan Lantarijaya, Kabupaten Bombana.

Insiden tragis itu terjadi saat korban melintas dari arah Lameroro menuju Tinanggea, kemudian ke Desa Margajaya. Dalam perjalanan, kendaraan yang dikendarainya menabrak papan himbauan milik Polsek yang berada di pinggir jalan.

Kasat Lantas Polres Bombana, IPTU Kevin, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga dipicu oleh cuaca hujan deras yang mengganggu jarak pandang.

“Kemungkinan besar kacamata korban berembun akibat terkena air hujan, sehingga pandangan tidak jelas meski ada lampu penerangan di lokasi,” jelasnya.

Benturan keras membuat tubuh Nyoman terpental sejauh 4 M dari titik tabrakan. Saat ditemukan, korban masih mengenakan helm dan kacamatanya, sementara motor yang dikendarainya mengalami kerusakan parah. Warga yang melihat kejadian itu segera mengevakuasi korban dan menghubungi kepolisian.

Korban sempat dibawa ke puskesmas terdekat, namun dokter menyatakan ia telah meninggal dunia, diduga karena benturan keras di bagian kepala.

Kabar duka ini membuat rekan kerja dan mahasiswa Politeknik Bombana terpukul. Sosok Nyoman dikenal sebagai pendidik yang sabar, rendah hati, dan selalu dekat dengan mahasiswa.

“Pak Nyoman selalu mendukung kami, bahkan di luar kelas. Beliau sering membantu mahasiswa yang kesulitan tanpa mengenal waktu. Kami merasa kehilangan seorang dosen sekaligus orang tua,” ujar Yuki Wahyudi, salah satu mahasiswa Politeknik Bombana.

Hal senada diungkapkan oleh Sahrul, mahasiswa Politeknik Bombana Jurusan Teknologi Pembenihan Ikan yang pernah diajar oleh almarhum.

“Beliau selalu mengajarkan kami untuk tidak hanya mengejar nilai, tapi juga menjadi pribadi yang baik. Senyum dan nasihat beliau akan selalu kami kenang,” ucapnya lirih.

Jenazah almarhum telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Kepergian Nyoman Distanaya menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan di Bombana, khususnya bagi Politeknik Bombana yang telah lama merasakan dedikasi dan kebaikan beliau. (**)

Penulis: Ismi Azizah

Komentar