Harianpublik.id,Kendari – Seorang nelayan asal Desa Runduma, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut saat memancing di perairan Tanjung Runduma. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Wakatobi untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban, pada Sabtu (1/8/2026).
Informasi mengenai insiden tersebut diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada pukul 08.07 Wita dari Ikbal, anggota DPRD Wakatobi. Dalam laporannya disebutkan seorang warga diduga mengalami man overboard (MOB) atau terjatuh dari longboat saat berada di perairan sekitar Tanjung Runduma, Kecamatan Tomia.
Menindaklanjuti laporan itu, pada pukul 08.20 Wita Tim Rescue Pos SAR Wakatobi diberangkatkan menuju lokasi kejadian terakhir (LKP) untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan.
Korban diketahui bernama La Ode Artasi (55), warga Desa Runduma, Kecamatan Tomia.
Berdasarkan keterangan Basarnas, korban berangkat memancing seorang diri menggunakan longboat pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 15.30 Wita di kawasan tubir Pulau Runduma bagian timur.
Namun sekitar pukul 17.00 Wita, seorang nelayan bernama La Nona menemukan longboat milik korban dalam kondisi kemasukan air tanpa pemilik di atasnya. Longboat tersebut kemudian ditarik menuju Desa Runduma.
Mengetahui kejadian itu, pihak keluarga bersama masyarakat setempat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi ditemukannya perahu. Namun hingga laporan diterima Basarnas, korban belum berhasil ditemukan.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya SMC dan staf KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.
Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan sejumlah peralatan, antara lain Rigid Inflatable Boat (RIB), rescue car, longboat, AquaEye, peralatan medis, perlengkapan evakuasi, perangkat komunikasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan kecepatan angin mencapai 27 km/jam dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter, sehingga operasi pencarian tetap dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan personel.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian terhadap korban masih berlangsung. Basarnas Kendari menyatakan perkembangan operasi SAR akan disampaikan setelah terdapat informasi terbaru. (**)







Komentar