Harianpublik.id,Kendari – Sebentar lagi, masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal melakoni tradisi mudik alias pulang kampung. Pasalnya, transportasi laut merupakan salah satu jalur yang paling digunakan pemudik. Untuk itu, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari terus melakukan berbagai persiapan. Diantaranya memastikan semua armada yang akan digunakan pada saat mudik Lebaran Idul Fitri 2023 nanti.
Menjelang mudik lebaran 2023, KSOP Kendari juga telah menyiapkan sekitar 35 armada berbagai jenis kapal dan ukuran, termasuk kapal perintis dan Pelni. Dimana kelaikan semua armada tersebut sudah dilakukan pemeriksaan.
Hal itu seperti yang disampaikan Kepala KSOP Kelas II Kendari, Agus Winartono usai melakukan peninjauan di kapal Jetliner, pada Senin (10/4/2023).
“Kapal-kapal ini nantinya akan melayani saudara-saudara kita yang akan mudik lewat laut. Kita doakan saja nanti cuacanya juga baik, biar nanti semuanya bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan tema Mudik Aman dan Berkesan,” ujarnya.
Agus menyebut bahwa Kapal Jetliner akan melayani rute Kendari – Wakatobi, dengan kapasitas muatan muatan 500-700 penumpang. Selain itu juga dilengkapi dengan fasilitas yang memadai sehingga sangat membantu kelancaran mudik.
Dalam kesempatan itu, dia juga menghimbau kepada masyarakat agar melakukan melakukan mudik lebih awal, sehingga tidak terjadi menumpukkan saat puncak mudik. Hal itu untuk menghindari berbagai resiko seperti tidak kebagian tiket, dan alokasi kapal terbatas.
“Jadi untuk para penumpang atau masyarakat diharapkan melakukan mudik dari jauh-jauh hari sebelumnya. Jangan menunggu mendekati hari lebaran. Sebab akan ada lonjokan penumpang dan keterbatasan aramda kapal sehingga dapat mengantisipasi sesuatu yang tidak diiginkan bagi kita semua,” imbuh Agus.
Lonjakkan arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 sampai dengan 20 April mendatang. Sebab pemerintah telah menetapkan cuti bersama mulai 19 April. “Jadi biasanya itu besoknya cuti malamnya sudah pada pulang, itu sudah kita antisipasi,” ucapnya.
Agus menambahkan, pemudik tahun ini diprediksi naik 10 persen dari tahun lalu mencapai 40.000 orang dari H-15 lebaran sampai hari H. “Tetapi kita sudah mengantisipasinya dengan mempersiapkan sumber daya yang ada, kita menggandeng semua termasuk operator pelayaran untuk menyiapkan kapal-kapal cadangan jika nantinya ada lonjakan penumpang yang berada diluar prediksi kita,” terangnya
Pihaknya juga melakukan apel gabungan kesiapan angkutan laut dalam rangka mudik lebaran 1444 Hijriah yang diikuti oleh semua stakeholder terkait diantaranya dari TNI/Polri, Kesehatan, BMKG, Pelindo, Pelni dan lainnya di Pelabuhan Bungkutoko.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Sugeng mengatakan untuk keamanan penyeberangan selama mudik, masyarakat diimbau agar tetap mengupdate atau memperbaharui informasi cuaca di BMKG.
Apalagi bagi para operator kapal, diharapkan untuk selalu mengupdate informasi cuaca sehingga diperjalanan kapal bisa diantisipasi dan lebih dipersiapkan lagi.
“Kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan, tidak akan terjadi. Untuk kenaikan tinggi gelombang bukan aman atau tidak, itu yang tahu sebenarnya KSOP. Kan tinggi gelombang dalam 1 meter itu ada yang aman untuk kapal besar seperti Jetliner ini. Tapi kan kalau untuk kapal yang lebih kecil lagi tidak aman,” jelasnya.
Terlebih, BMKG memprediksi tinggi gelombang laut di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami peningkatan. Dimana kenaikan gelombang ini bakal berlangsung selama tujuh hari kedepan.
Utamanya di perairan selatan Sulawesi Tenggara, yaitu dari selatan Kabaena sampai ke timur laut Banda. “Gelombang laut mulai hari ini sampai satu minggu ke depan kelihatan ada kenaikan tinggi gelombang,” kata Sugeng.
“Kemungkinan itu terjadi karena ada dampak Siklon di wilayah selatan Indonesia atau antara negara Australi, sehingga meningkatkan tinggi gelombang yang ada di perairan Sultra,” tukasnya. (**)









Komentar