Tepis Isu Politik Dinasti, Ihsan Taufik Ridwan Beber Alasan Maju Calon Bupati Muna

Harianpublik.id,Muna – LM Ihsan Taufik Ridwan, putra dari mantan Bupati Muna dua periode dipastikan siap bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 mendatang. Pasca memutuskan tampil untuk memperebutkan kursi nomor satu di Bumi Sowite, Ihsan kian gencar melakukan safari politik untuk mendekatkan diri ke masyatakat.

Sosialisasi ke tiap tiap desa pun terus dilakukan untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Pasalnya, meski usianya masih muda, sosok Ihsan dinilai berjiwa besar dalam menyikapi setiap hal sehingga ia dianggap layak dan mampu jadi pemimpin, untuk membawa perubahan di Kabupaten Muna.

Namun sejak memuskan untuk menjadi calon Bupati Muna, Ihsan juga diterpa banyak isu miring. Mulai dari gelar Insinyur (Ir) miliknya disebut palsu, dianggap terlalu mudauntuk menjadi Bupati Muna hingga isu dinasti politik.

Menanggapi hal itu, Ihsan menjelaskan bahwa gelar Insinyur, ia dapatkan melalui sekolah khusus. “Sekarang ada program PPI atau Program Pengembangan Insinyur. Gelar itu saya dapatkan di Unhas,” ujarnya.

Ia juga menepis isu dinasti politik yang disematkan pada dirinya. Semua yang dijalaninya saat ini merupakan sebuah perjuangan. “Salahkah saya lahir dari rahim ibu saya yang kebetulan ayah saya pernah menjadi Bupati Muna dua periode?. Apakah anak seorang polisi tidak boleh menjadi polisi atau anak guru tidak boleh menjadi guru?. Kan tidak salah. Sama juga dengan saya hanya anak mantan bupati mencalonkan diri menjadi bapati,” tegasnya.

“Dan kenapa ketika saya maju di Muna di usia 33 tahun masih dianggap anak-anak, sementara saya maju di Muna Barat saat itu, usia saya masih 27 tahun dan masyarakat menerima saya,” tambah Ihsan.

Ihsan menegaskan bahwa dirinya akan mewujudkan mimpi membangun Kabupaten Muna ke arah yang lebih baik lagi. Kata dia maju sebagai calon bupati bukan karena ambisi, bukan juga karena mencari uang dengan jabatan sebagai bupati. Menurutnya bupati merupakan pelayan rakyat yang digaji negara melalui uang rakyat.

“Kalau saya hanya menginginkan uang, mending saya jadi pengusaha. Akan tetapi kata kedua orang tua saya, apa gunanya kita memiliki uang jika kita tidak bisa berguna bagi orang lain. Pengusaha hanya dapat membantu sebagian orang tapi ketika jadi bupati, saya akan bisa membantu masyarakat luas dengan segala kebijakan yang berpihak pada rakyat,” ucapnya.

Ihsan juga menambahkan, maju sebagai Bupati Muna karena ingin mengalahkan ayahnya Ir. Ridwan Bae di bidang pembangunan. “Jika orang tua saya, kata masyarakat Muna bisa membangun selama menjabat dua periode, maka saya harus bisa jauh lebih baik. Saya harus lebih berhasil dari orang tua saya,” tutupnya. (**)

Penulis:Rixan Adian

Komentar