Harianpublik.id,Kendari – Suasana Kota Kendari diperkirakan berbeda pada Senin (1/9/2025) besok. Jalanan yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk siswa berangkat sekolah, kali ini dipastikan lengang. Tidak ada barisan anak-anak berseragam putih-merah maupun putih-biru yang berlarian menuju kelas. Semuanya belajar dari rumah.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari mengeluarkan surat edaran resmi bernomor 4867/900/2025 yang menginstruksikan seluruh satuan pendidikan mulai TK, SD, SMP hingga SMA negeri maupun swasta untuk tidak melaksanakan kegiatan tatap muka di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Hj. Saemina, menegaskan kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi atas situasi sosial yang berpotensi memanas akibat rencana aksi Demo besar-besaran di ibu kota Sulawesi Tenggara.
“Peserta didik belajar mandiri di rumah, diberi tugas, dan kami sampaikan kepada orang tua siswa agar menjaga anak-anaknya tidak keluar rumah,” bunyi surat edaran tersebut.
Meski tidak hadir di sekolah, aktivitas belajar tidak berhenti. Para guru diminta tetap memberikan tugas yang bisa dikerjakan siswa secara mandiri di rumah. Dengan begitu, proses pendidikan tetap berjalan meski tidak dilakukan tatap muka.
Langkah Dinas Pendidikan meliburkan sekolah se-Kota Kendari menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah serius menjaga keselamatan pelajar di tengah eskalasi situasi sosial. Apalagi, sejak beberapa hari terakhir, tensi politik dan aksi protes mahasiswa di Kendari terus meningkat.
Demo besar yang akan digelar Senin ini diprediksi menyedot ribuan massa. Isu yang diangkat pun sensitif, mulai dari penolakan dugaan partisipasi DPR sebesar Rp50 juta per anggota, hingga solidaritas atas wafatnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.
Dengan kondisi tersebut, Dinas Pendidikan menilai langkah paling bijak adalah mengurangi potensi risiko, salah satunya dengan meniadakan aktivitas sekolah sehari penuh.
Kebijakan belajar mandiri ini diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan siswa, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ketertiban umum di Kota Kendari. Pemerintah menginginkan agar para pelajar tetap bisa fokus belajar, sementara kondisi di luar rumah ditangani aparat bersama elemen masyarakat.
“Keselamatan anak-anak adalah prioritas. Kami ingin memastikan mereka tetap belajar, tetapi dengan cara yang lebih aman,” tegas Hj. Saemina. (**)
Penulis: Ismi Azizah













Komentar