BNN Muna Sebut Peredaran Narkoba Mulai Sasar Pelajar, Upaya Pencegahan Terus Diperkuat

Harianpublik.id,Muna – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Muna terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika. Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir, instansi itu mencatat adanya peningkatan jumlah pengguna di wilayah tersebut.

Diketahui, ada dua kecamatan yakni Batalaiworu dan Katobu disebut menjadi lokasi yang cukup menonjol dalam peredaran barang terlarang.

Hal itu seperti yang diungkapkan langsung Kepala BNN Muna melalui Humasnya Muharam Rifai. Ia menjelaskan bahwa peredaran narkoba sudah mulai menyasar para pelajar. Hal itu diketahui berdasarkan laporan yang masuk dan juga adanya pengguna yang masih berstatus pelajar.

“Hasil dari pengembangan dari penangkapan pelajar yg pesta narkotika, diketahui tembakau sintetis sudah masuk di Raha,” ucap Mukaram pada Kamis (30/10/2025).

Tak hanya itu, Mukaram juga menyebut, 3 tahun terakhir mulai 2023 hingga 30 oktober 2025 pihaknya telah menangani 90 pasien rehabilitasi. “90 pengguna yang sudah direhabilitasi yakni 35 orang di tahun 2023, 35 orang di tahun 2024, dan hingga Oktober 2025 ini sudah 20 orang,” jelasnya.

Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan BNN Muna dalam mencegah peredaran dan penggunaan barang haram tersebut. Salah satunya dengan melatih masyarakat menjadi agen pemulihan di dua desa yakni Palangga dan Tampo.

“Ada agen pemulihan yang telah di bentuk. Masing-masing wilayah memiliki lima orang agen pemulihan yang bertugas membantu korban agar tidak kembali menggunakan narkoba,” ujarnya.

Lebih lanjut Mukaram menegaskan, pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam memerangi narkoba, dengan cara melaporkan ke pihak BNN Muna jika ada anak yang terindikasi menggunakan barang haram itu.

“Orang tua harus lebih berhati-hati dan lebih memantau anaknya, serta melaporkan jika ada anak yang menggunakan narkoba agar kami bisa lakukan rehabilitasi,” tegasnya.

Selain itu, BNN juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa agar menghindari penggunaan karena dampak nya sangat berbahaya.

“Tidak ada istilah sembuh dari narkotika, yang ada adalah pulih. Karena itu, kami terus menjalankan program rehabilitasi, agar mereka bisa kembali berfungsi di masyarakat,” tandasnya. (**)

Reporter: Afrizal

Komentar

Indeks Berita