Harianpublik.id,Kendari – Badan Usaha Logistik (Bulog) Sulawesi Tenggara (Sultra) optimis persediaan stok beras sebanyak 3.268 ton menjelang Bulan Suci Ramadhan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran 2023 nanti.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Perum Bulog Sultra, Siti Mardati menyampaikan bahwa menjelang Bulan Puasa, pihaknya telah menyediakan stok pangan aman. Hal ini guna memenuhi permintaan masyarakat Sultra yang diprediksi akan mengalami kenaikan, selain persediaan beras yang aman stok pangan lainnya juga telah aman.
“Selain beras, stok gula pasir juga ada 350 ribu ton. Kita lihat perkembangannya kalau ada permintaan masyarakat kita lakukan lagi pengadaan. Sedangkan untuk minyak goreng sekarang stoknya ada 540 ribu ton dan terigu ada 20 ribu ton,” papar Mardati
Dengan persediaan stok tersebut, pihaknya optimis bisa penuhi kebutuhan masyarakat sampai lebaran. Sebab selain stok yang ada di gudang akhir Bulan Maret akan dilaksanakan panen raya.
“Sementara ini sudah mulai panen diperkirakan akhir Maret sudah puncak panen raya. Kami bisa menyerap karena kita harap pasokannya banyak dan harga juga stabil sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah,” tuturnya.
Sambung dia, untuk memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi, pihaknya akan mendistribusikan beras langsung ke pedagang/pengencer pasar. Hal ini dilakukan agar memudahkan dalam melakukan pengawasan dari pihak-pihak tidak bertanggungjawab.
“Untuk saat ini kami memprioritaskan ke pedagang pengencer pasar-pasar. Jadi kita tidak lagi mendistribusikan beras pemerintah melalui distributor. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan dalam pengelolaan untuk menjamin SPHP ini berjalan dengan lancar kita juga tetap melayani pasar murah,” cetusnya.
Sementara itu, pada semester pertama tahun 2023, Bolug telah melampaui target dari 12 ribu ton menjadi 38 ribu ton untuk kebutuhan sampai Bulan Juni. Walaupun kondisi perberasan di Sultra kurang stabil.
“Memang saat ini perberasan di Sultra kan sangat dipengaruhi dari Sulawesi Selatan karena biasanya pasokan yang dari sana biasa terhambat karena cuaca dan disana pun harganya masih tinggi,” tutup Mardati. (**)
Penulis: Muamar







Komentar