Harianpublik.id,Kendari – Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Kendari akan mensosialisasikan dua jenis vaksin terbaru, yakni vaksin kanker serviks atau human papilloma virus (HPV) dan Pneumococcus Konyugasi (PCV) yang akan diberikan kepada kalangan siswi perempuan kelas lima Sekolah Dasar (SD) di Kota Lulo ini.
Program ini adalah salah satu program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang bertujuan untuk mencegah penyakit kanker serviks sejak dini.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari Elffi menjelaskan, saat ini jenis vaksin terbaru yang diberlakukan di Kota Kendari yaitu vaksin jenis HPV. Kegunaaanya adalah untuk mencegah kanker leher rahim, sedangkan vaksin jenis PCV untuk mencegah penyakit infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru, yang dapat berisi cairan atau (Pneumonia). “Jadi, ini adalah salah satu imunisasi anak yang wajib,” ujarnya saat diwawancarai, pada Senin (3/10/2022).
Ellfi memaparkan bahwa vaksin HPV ditujukan kepada anak SD kelas lima. Sedangkan PCV itu diberlakukan kepada anak mulai dari usia dua bulan. Anak yang sudah harus mendapatkan vaksin jenis PCV yaitu anak usia di bawah satu tahun. Ketika anak sudah berusia dua bulan harus mendapatkan vaksin PCV.
“Ini selama satu tahun harus mendapatkan tiga kali Vaksin PCV umur dua bulan, tiga bulan dan saat berusia dua belas bulan. Ini akan menjadi salah satu imunisasi dasar rutin yang wajib didapatkan oleh seluruh bayi yang ada di manapun, termasuk di Kota Kendari,” paparnya.
“Saat ini kita sedang sosialisasikan kepada masyarakat dalam hal ini sekolah dan kelurahan serta kepada fasilitas kesehatan yang ada di Kendari,” sambung Ellfi.
Dia juga mengatakan, tujuan pemberian vaksin tersebut kepada anak-anak usia SD adalah pencegahan terhadap penyakit kanker serviks sejak dini. Olehnya itu, pihaknya telah mempersiapkan terkait jumlah sasaran yang akan divaksin. Sementara untuk PCV masih proses pendataan.
“Alhamdulillah datanya kita sudah ada dan logistik berupa vaksin yang akan digunakan itu sudah siap. Berdasarkan kesepakatan kami dengan pusat layanan kesehatan, hari ini sosialisasi terkait vaksinasi sudah dimulai. Sedangkan PCV hari ini juga kita sudah mulai lakukan pendataan kepada siswa yang akan dilakukan vaksin karena Dinkes Provinsi akan menyalurkan vaksinasi nya itu sesuai kebutuhan saja,” ungkapnya.
Seperti yang diketahui, kanker serviks ini merupakan penyebab kematian yang di alami sebagian perempuan di seluruh dunia. Untuk itu, kita harus menyambut baik program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.
“Harapannya para orang tua yang memiliki anak kelas lima SD untuk memberikan kami ruang dalam hal ini supaya kami bisa melakukan pelayanan imunisasi tanpa hambatan apapun dan tidak terpengaruh dengan hoaks atau berita-berita yang beredar sebelumnya. Seban sebenarnya vaksin ini sudah melalui beberapa jenis penelitian dan sudah dianggap aman ole badan POM RI dan Insya Allah akan memberikan banyak manfaat,” cetusnya.
“Kita juga berharap jika vaksin ini sudah terlaksana, semoga angka kematian akibat kanker serviks yang ada di Indonesia khususnya di Kota Kendari bisa menurun,” tutup Ellfi. (**)
Penulis: Arwan






Komentar