Inspektorat Bombana Sisir Penggunaan Dana BOS: Sekolah Diminta Transparan dan Taat Aturan

Harianpublik,Bombana – Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana melalui Tim Irban Wilayah III tengah gencar melakukan pemeriksaan pengelolaan dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di wilayah Kecamatan Kabaena Barat dan Kabaena. Pemeriksaan ini bukan tanpa alasan, ini merupakan bagian dari Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Berbasis Risiko tahun 2025 yang bertujuan mengawal ketat penggunaan anggaran pendidikan agar tidak keluar jalur.

Audit ketaatan yang dilakukan pada bulan Juni hingga Juli ini menyasar sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di dua kecamatan tersebut. Tim auditor yang dipimpin langsung oleh Inspektur Pembantu Wilayah III terjun ke lapangan memeriksa dokumen dan laporan keuangan, mulai dari SPJ, belanja modal, hingga proses administrasi yang dilakukan oleh pihak sekolah, pada Kamis (17/7/2025).

Inspektur Kabupaten Bombana, Ridwan menegaskan pentingnya audit ini sebagai bagian dari misi menjaga transparansi dan akuntabilitas. “Dana BOS adalah tulang punggung operasional sekolah. Maka penting bagi kami memastikan dana tersebut tidak disalahgunakan dan betul-betul digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Ridwan juga mengingatkan bahwa pengawasan ini tidak hanya dilakukan di wilayah Kabaena saja namun akan dilakukan pengawasan secara menyeluruh. “Dana BOS bukan ruang abu-abu, semuanya harus transparan dan sesuai aturan,” tegasnya.

Tak sekadar memeriksa, tim auditor juga menyempatkan memberi arahan langsung kepada kepala sekolah dan bendahara. Mereka diminta lebih cermat dalam mencatat, melaporkan, dan mempertanggungjawabkan setiap pengeluaran. Pengelolaan dana BOS, tegas Ridwan, tidak boleh dilakukan asal-asalan.

Hal senada juga disampaikan H. Akhmad Amin, selaku Pengendali Teknis Audit. Ia menggarisbawahi bahwa audit ini berpatokan pada Permendikbud Tahun 2022 Pasal 39. “Kami ingin memastikan dana BOS digunakan sesuai komponen yang diatur, seperti pengembangan perpustakaan, kegiatan ekstrakurikuler, pembiayaan administrasi sekolah, hingga honor guru,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi peringatan dini bagi seluruh sekolah agar tertib administrasi dan mengelola dana BOS secara efisien. Pemeriksaan ini diharapkan tak hanya menemukan kekeliruan, namun juga menjadi momentum perbaikan tata kelola anggaran pendidikan demi masa depan generasi muda Bombana yang lebih cerah.

Dengan audit yang menyasar hingga ke pelosok, Inspektorat Bombana menunjukkan keseriusannya mengawal dunia pendidikan agar terbebas dari praktik yang merugikan. Sebab, di balik setiap rupiah dana BOS, ada harapan anak-anak untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. (**)

Penulis: Ismi Azizah

Komentar