Korban Tabrakan Kapal Tongkang di Perairan Tampo Ditemukan Mengapung

HarianPublik.id,Muna – Kabar duka kembali menyelimuti warga Kabupaten Kabupaten Muna. Pasalnya, dua korban dalam insiden tabrakan antara perahu nelayan dan kapal tongkang di perairan Tampo–Pulau Renda akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia atau tak bernyawa.

Pada Rabu pagi (22/10/2025), korban kedua yang diketahui bernama La Unos itu ditemukan oleh nelayan setempat di Perairan Latawe, Kabupaten Muna Barat, setelah lima hari dinyatakan hilang. Menurut keterangan warga, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengapung di laut sebelum akhirnya dievakuasi ke daratan.

“Korban pertama kali terlihat terapung oleh nelayan yang sedang melaut. Setelah dipastikan itu tubuh manusia, mereka segera melapor dan membantu proses evakuasi,” ungkap salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.

Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan mobil ambulans menuju rumah duka untuk proses pemakaman.

Sebelumnya, telah terjadi insiden tabrakan antara kapal tongkang dan kapal fiber nelayan di perairan Tampo pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Dalam peristiwa itu, terdapat tiga penumpang kapal fiber, di mana satu orang berhasil selamat, sementara dua lainnya dinyatakan hilang usai kejadian.

Korban pertama la Rone ditemukan sehari setelah insiden kejadian pada 19 Oktober 2025 di Perairan Tampo dalam kondisi tak bernyawa, dan kini korban kedua, La Unos, juga telah ditemukan meninggal dunia. Dengan demikian, seluruh korban dalam insiden tragis tersebut telah berhasil ditemukan. (**)

Reporter: Afrizal

Komentar