Harianpublik.id,Bombana – Insiden mencekam terjadi di perairan antara Pulau Selayar dan Pulau Kabaena, pada Selasa (1/9/2026) dini hari. Kapal Motor (KM) Legenda Nusantara 99 yang membawa 13 orang mengalami kebakaran setelah diduga terjadi kebocoran cairan chemical.
Seluruh orang yang berada di atas kapal (POB) akhirnya berhasil dievakuasi oleh kapal penolong KM KBR Benua Dua. Namun, insiden tersebut menelan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah korban lainnya harus mendapatkan penanganan medis akibat keracunan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari melalui Unit Siaga SAR Muna menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 08.35 Wita dari seorang pelapor bernama Zaenal.
Dalam laporan disebutkan, KM Legenda Nusantara 99 berlayar dengan rute Jakarta–Morowali dan membawa muatan chemical serta alat berat.
Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 08.55 Wita Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna bersama potensi SAR diberangkatkan menuju titik pertemuan untuk proses medevac menggunakan speedboat milik Polair.
Jarak titik pertemuan dengan Pelabuhan Tampo sekitar 3,5 nautical mile (NM) atau sekitar 6,5 kilometer.
Tim SAR gabungan kemudian tiba di titik pertemuan dan langsung melakukan evakuasi terhadap para korban dari kapal penolong KM KBR Benua Dua.
Sebanyak 12 orang POB dievakuasi menuju Pelabuhan Tampo. Mereka tiba sekitar pukul 10.40 Wita dan selanjutnya dibawa ke RSUD L.M. Baharuddin menggunakan ambulans Puskesmas Tampo dan kendaraan Kesehatan Pelabuhan.
Namun, proses evakuasi belum sepenuhnya selesai. Pada pukul 11.00 Wita, tim di lapangan menerima informasi bahwa salah satu korban, Yudi Bagus (22), dalam kondisi meninggal dunia (MD) saat perjalanan menuju rumah sakit.
Tim SAR gabungan kemudian kembali menuju kapal penolong KM KBR Benua Dua pada pukul 11.10 Wita untuk mengevakuasi korban tersebut.
Korban tiba di Pelabuhan Tampo pada pukul 12.30 Wita dan selanjutnya dibawa ke RSUD L.M. Baharuddin.
Selain Yudi Bagus, satu korban lainnya, John Petro (42), yang menjabat sebagai Mualim II, juga dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, Nakhoda KM Legenda Nusantara 99, Sahriar (42), mengalami keracunan chemical dan membutuhkan penanganan medis.
Kebakaran Diduga Dipicu Kebocoran Chemical
Berdasarkan kronologi yang diterima Basarnas Kendari, KM Legenda Nusantara 99 mengalami kebakaran sekitar pukul 01.00 Wita saat berada di perairan antara Pulau Selayar dan Pulau Kabaena.
Kapal yang membawa 13 orang tersebut diduga terbakar akibat kebocoran cairan chemical. Seluruh POB kemudian berhasil dievakuasi oleh KM KBR Benua Dua.
Dalam kejadian tersebut, tiga orang POB dilaporkan mengalami keracunan dan membutuhkan proses medevac serta penanganan medis.
Adapun 13 POB yang tercatat dalam insiden tersebut yakni Sahriar (42), Surya Darna, John Petro (42), Harianto, Ace Fahrun, Ali Muhtar, Kasih, Andi Beri, Hidayanto, Final, Munafik, Yudi Bagus (22), dan Aksan.
Setelah seluruh POB berhasil dievakuasi, operasi SAR kecelakaan kapal KM Legenda Nusantara 99 dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Dalam operasi tersebut, kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan potensi hujan ringan. Angin bertiup sekitar 5 kilometer per jam dari arah timur laut dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 0,75 meter berdasarkan informasi BMKG.
Sejumlah unsur terlibat dalam operasi evakuasi, di antaranya SMC dan staf SMC, Unit Siaga SAR Muna, kru KM KBR Benua Dua, Polsek Tampo, Polair Muna, Babinsa Tampo, Kesehatan Pelabuhan, KUPP Raha, Puskesmas Tampo, Dinas Kesehatan Muna, serta masyarakat sekitar.
Peralatan yang digunakan meliputi speedboat, ambulans, rescue carrier, peralatan medis dan evakuasi SAR, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Sumber: Iwan Gunawan, Plh. Kepala KPP Kendari.













Komentar