Minim Pendaftar Perempuan, Haslita: Bukan Hambatan Perekrutan Komisioner Bawaslu

Harianpublik.id,Kendari – Tim Seleksi (Timsel) Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam melakukan perekrutan Calon Komisioner Bawaslu sempat mengalami kendala dikarenakan minimnya pendaftar perempuan.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Timsel Haslita. Kata dia mengatakan, walaupun tidak menjadi hambatan dengan berkurangnya pendaftar dari kuota perempuan yang dibutuhkan, akan tetapi suatu kendala dalam perekrutan Calon Komisioner Bawaslu Sultra untuk periode 2023-2027.

“Setelah kami resmi buka pendaftaran pada tanggal 10 hingga 20 Februari 2023, pendaftar dari kalangan perempuan masih berkurang. Kemudian kami buka pendaftaran kedua pada tanggal 21 sampai 23 Februari 2023, namun masih belum memenuhi kuota juga,” jelas Haslita saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, (27/2/2023).

Lanjut Haslita, paa pendaftaran tahap pertama, perempuan mendaftar sebanyak 9 orang. Selanjutnya untuk tahap dua hanya 1 orang. Jadi total 10 orang pendaftar perempuan, sedangkan dalam mengacu pada regulasi keterwakilan perempuan adalah 30 persen.

“Kami juga kurang tau kenapa minat perempuan minim untuk menjadi penyelenggara Pemilu. Padahal kami sudah melakukan sosialisasi setiap kabupaten/kota dan kordinasi di lembaga dan instansi terkait perempuan,” tutur Haslita.

Dia menyebut bahwa total pendaftar keseluruhan calon komisioner Bawaslu Sultra sebanyak 63 orang untuk mencapai 30 persen keterwakilan perempuan dibutuhkan sebanyak 17 sampai 18 orang. Namun hingga sampai dilakukan penetapan hanya 10 orang perempuan yang mendaftar.

“Pengumuman hasil seleksi berkas akan diumumkan hari ini tanggal 27 Februari 2023, sementara pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi tahap pertama seleksi berkas akan mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) pada hari Rabu tanggal 1 Maret 2023,” tukas Haslita. (**)

Penulis: Muamar

Komentar