Harianpublik.id,Kendari – Umat Islam di penjuru dunia saat ini tengah merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah. Di Indonesia, momen 1 Muharram 1445 Hijriyah jatuh pada 19 Juli 2023 dalam kalender Masehi.
Tahun Baru Islam ini pun dirayakan oleh umat Muslim, tak terkecuali di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Kota Kendari.
Pemerintah Kota Kendari (Pemkot) melalui Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah dengan penuh khidmat, dengan mengusung tema “Tahun Baru Islam adalah Momentum Peningkatan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah Dalam Rangka Memperkokoh Kerukunan Umat Beragama di Kota Kendari.
Turut hadir Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu, Ketua DPRD Kendari Subhan, Sekda Kendari Ridwan Taridala, jajaran pegawai Pemkot, Forkopimda dan masyarakat Kota Kendari, yang berlangsung di Mushola Al-Hakim Gedung Balai Kota 1 Lantai 3, pada Jum’at, (21/7/2023).
Lewat kesempatan tersebut, Pj Walikota Asmawa Tosepu menyampaikan bahwa suatu kebahagiaan yang senantiasa kita syukuri adalah masih diberi kesempatan untuk bisa menikmati pergantian Tahun Baru Islam (1 Muharram 1444/H) di tengah pergulatan kehidupan yang terjadi. Oleh karena itu, ia mengajak agar menjadikan momentum ini untuk hijrah.
“Hijrah kalau kita pahami tidak hanya konteks perpindahan saja, akan tetapi hijrah bisa dari yang selama ini sudah baik menjadi lebih baik lagi. Tahun baru ini kita jadikan momentum untuk meningkatkan tidak hanya sekedar ukhuwah tetapi yang lebih penting adalah meningkatkan nilai, kualitas, memperteguh dan memperkokoh akidah kita,” imbuh Asmawa.
Orang nomor satu di Kota Kendari itu mengingatkan, peringatan 1 Hijriah ini hendaknya menjadi momentum untuk melakukan transformasi dari hijrah perpindahan kearah yang lebih baik, peningkatan kualitas akidah, peningkatan ketaatan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT sehingga kita menjadi umat yang lebih baik dari segala aspek kehidupan.
“Tranformasi ini hendaknya bukan hanya diri pribadi saja tetapi juga menyangkut lingkungan kita. Yang paling terdekat adalah rumah tangga kita, lingkungan kita, tetangga kita, lingkungan kerja kita kemudian lingkungan sosial kita sampai pada lingkungan kota, provinsi bahkan negara,” ujarnya.
Untuk itu, dia berharap agar pelaksanaan Tahun Baru Islam itu tidak sebatas seremonial biasa. Namun hendaknya dijadikan wadah introspeksi dan refleksi diri pengingat hakikat kehidupan yang sebenarnya.
“Kehidupan dunia itu hanya sementara saja, hendaknya kita melakukan kegiatan yang bermanfaat sebab sebaik-baik manusia adalah yang memiliki manfaat bagi sesamanya,” cetus Asmawa.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kendari Subhan mengapresiasi pelaksanaan peringatan Tahun Baru Islam tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sangat bermanfaat sebagai momentum dalam mengevaluasi diri kearah yang lebih baik.
“Mengevaluasi diri baik dalam skala kehidupan kita sehari-hari, maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai pelayan masyarakat, ataupun juga pegawai yang telah diberikan amanah. Yang lebih penting menjadikan simbol keagamaan peringatan 1 Muharram ini untuk terus dilaksanakan,” tukas Subhan. (**)
Penulis: Muamar













Komentar