Harianpublik.id,Konawe – Seorang pria berusia 52 tahun, Nasarudin, dilaporkan hilang setelah keluar rumah untuk mencari ikan di rawa sekitar Desa Anggoro, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Hingga Selasa (15/9/2026), keberadaan warga Desa Sambeani, Kecamatan Abuki, tersebut belum diketahui. Tim SAR gabungan bahkan mengerahkan drone thermal untuk memperluas pencarian di kawasan yang diduga menjadi lokasi terakhir korban.
Informasi orang hilang itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari melalui Comm Centre pada Senin (14/9) sekitar pukul 23.45 Wita. Laporan disampaikan Yundi dari BPBD Konawe terkait kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang yang diduga hilang di kawasan hutan sekitar Desa Anggoro.
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan pada pukul 00.10 Wita menuju lokasi kejadian. Jarak lokasi pencarian dengan KPP Kendari mencapai sekitar 90 kilometer.
Tim tiba di lokasi pada pukul 02.04 Wita. Petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap titik dugaan terakhir keberadaan korban sekaligus memastikan kembali area yang akan menjadi sasaran pencarian hingga sekitar pukul 03.00 Wita.
Operasi SAR kembali dilanjutkan pada pukul 07.00 Wita dengan melibatkan tim SAR gabungan. Pencarian dibagi menjadi dua tim yang menyisir area berbeda menggunakan metode pencarian Essar, menyusuri jalan setapak, serta melakukan pemantauan melalui drone thermal.
Tim 1 menyisir sisi kanan area pencarian dengan cakupan sekitar 800 x 750 meter. Sementara Tim 2 menyisir sisi kiri dengan cakupan sekitar 800 x 650 meter.
Pengerahan drone thermal menjadi salah satu upaya untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di tengah kawasan yang sulit dijangkau secara visual.
Keluar Mencari Ikan, Tak Kunjung Kembali
Berdasarkan kronologi yang diterima Basarnas Kendari, Nasarudin keluar dari rumah sekitar pukul 14.00 Wita pada 14 September 2026 untuk mencari ikan di rawa sekitar Desa Anggoro.
Korban sebelumnya telah berjanji dengan beberapa kerabat untuk mencari ikan bersama. Namun hingga sekitar pukul 17.30 Wita, para kerabat tersebut tidak menemukan korban di lokasi yang telah disepakati.
Kekhawatiran semakin meningkat setelah kendaraan dan tas milik korban ditemukan berada di dekat lokasi pertemuan, sementara korban tidak berada di tempat.
Upaya pencarian secara mandiri telah dilakukan oleh keluarga dan masyarakat sebelum laporan diteruskan kepada Basarnas Kendari. Namun, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil.
Operasi kemudian diperluas dengan melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, yakni SMC dan staf SMC KPP Kendari, rescuer KPP Kendari, BPBD Konawe, Damkar Konawe, Polsek Abuki, Bhabinkamtibmas, aparat desa, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan rescue car, motor trail, drone thermal, peralatan medis dan evakuasi SAR, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 7 kilometer per jam dari arah timur laut berdasarkan informasi BMKG.
Hingga perkembangan terakhir yang disampaikan KPP Kendari, Nasarudin masih dalam pencarian dan belum ditemukan. Operasi SAR akan terus dilanjutkan dan perkembangan berikutnya akan disampaikan oleh Basarnas Kendari.
Sumber: Amiruddin A.S., Kepala KPP Kendari.












Komentar