Rekonstruksi Kasus Penganiayaan oleh Anggota DPRD Wakatobi, Peragakan 29 Adegan

Harianpublik.id,Kendari – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Wakatobi inisial LT, di halaman depan Ditreskrimum Polda Sultra, pada Jumat (24/10/2025).

Rekonstruksi tersebut dihadiri langsung oleh Dirreskrimum Polda Sultra Kombes Pol Wisnu Wibowo, Kasubdit IV Kompol Indra Asrianto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sultra, serta tim penyidik Ditreskrimum dan sejumlah saksi yang didatangkan dari Kabupaten Wakatobi.

Tersangka LT bersama kuasa hukumnya juga turut hadir langsung menyaksikan jalannya rekonstruksi yang memperagakan sebanyak 29 adegan. Setiap adegan menggambarkan secara rinci kronologi penganiayaan yang mengakibatkan korban anak di bawah umur meninggal dunia.

“Dalam rekonstruksi kali ini, kami mempraktikkan keterangan para saksi dan tersangka,” ujar Kombes Pol Wisnu Wibowo, saat diwawancara awak media usai rekonstruksi.

Dalam pelaksanaannya, penyidik memastikan seluruh adegan sesuai dengan keterangan tersangka dan saksi-saksi yang telah diperiksa sebelumnya.

Rekonstruksi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara penyidik, jaksa, dan tersangka terhadap kronologi kejadian. “Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dalam setiap tahapan,” ungkap Kombes Pol Wisnu Wibowo.

Ia juga menegaskan bahwa proses rekonstruksi dilakukan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, serta memastikan seluruh adegan sesuai dengan keterangan tersangka dan saksi-saksi yang telah diperiksa.

Rekonstruksi berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pengungkapan perkara yang menjerat LT, anggota DPRD Kabupaten Wakatobi

Diketahui sebelumnya, LT, yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Wakatobi dari Fraksi Partai Hanura, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimum Polda Sultra atas kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2014 silam di Lingkungan Topa, Kelurahan Mandati I, Kecamatan Wangiwangi Selatan. (**)

Komentar