Harianpublik.id,Simeulue – Warga Desa Tanjung Raya, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue mengeluhkan abrasi sungai di desa mereka yang semakin parah. Bagaimana tidak, kondisi sungai itu akan mengancam keselamatan mereka yang berada di pinggir aliran sungai.
Untuk itu, mereka meminta dan berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait agar segera mencari solusi terkait abrasi sungai yang berada di belakang rumah warga dari 10 kepala keluarga tersebut. Sebab apabila tidak segera ditangani maka pinggiran sungai tersebut akan terus terkikis oleh hantaman air sungai.
Salah seorang warga Desa Tanjung Raya Hasbi mengatakan, pihalnya meminta dan berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait agar segera mencari solusi terkait abrasi sungai yang berada di belakang rumah mereka yang semakin parah. Apabila tidak segera ditangani maka satu persatu rumah mereka akan dibawah arus sungai saat terjadi hujan besar.
“Sebenarnya abrasi sungai ini sudah lama dari tahun ketahun dan yang kami takutkan terjadi air sungai meluap saat hujan besar, maka pinggiran sungai terus-terusan terkikis dan bisa-bisa mengancam keselamatan kami,” ucap Hasbi yang mewakili dari 10 KK yang mengeluhkan abrasi sungai ini, pada Sabtu (8/7/2023).
Dia juga menyebut bahwa pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan dan harapan kepada Dinas PUPR serta Dinas Kebencanaan terkait abrasi sungai tetsebut. Mereka meminta untuk segera dicek langsung ke lokasi dan mencarikan solusi. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Olehnya itu, pihaknya berharap agar segera dibangunkan tanggul penahan arus sungai di tepi sungai yang berada di belakang rumah mereka.
“Kami berharap ada solusi dan perhatian dari pemerintah daerah terkait abrasi ini, panjangnya abrasi sungai ada sekitar 120 meter. Selain itu, ada juga satu bangunan Pustu Desa yang juga berada di tepi sungai tersebut,” tutup Hasbi. (**)
Penulis: Helman









Komentar