HarianPublik.id,Kendari – Gelaran Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII di Kota Kendari tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sejak dibuka pada 11 Oktober lalu, antusiasme pengunjung meningkat tajam dan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para pedagang lokal.
Salah satu pedagang di area bazar STQH, Adinata, mengungkapkan bahwa iven nasional ini memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk berjualan di dalam area MTQ.
“Masyarakat sekitar bisa menjual di dalam arena MTQ. Biasanya kami hanya berjualan di luar, tapi karena ada event ini, keuntungannya jauh lebih besar,” ujar Adinata, pada Senin (14/10).
Hal senada disampaikan oleh pedagang makanan lainnya, Ismi, yang mengaku penjualannya meningkat sejak STQH Nasional berlangsung.
“Sekarang ini pengunjung lumayan banyak. Alhamdulillah, pembeli agak ramai karena ada STQH dan pasar malam gabungan,” tuturnya.
Menurut Ismi, kuliner yang paling diminati pengunjung cukup beragam, tergantung selera masing-masing peserta dari berbagai daerah.
“Ada yang cari bakso kuah, ada yang suka pentol. Karena pengunjung datang dari luar daerah, seleranya juga beda-beda,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan berskala nasional seperti STQH ini bisa lebih sering digelar di Kendari karena dampak ekonominya dirasakan langsung oleh warga.
“Iven seperti ini bagus sekali. Selama beberapa tahun baru diadakan lagi di sini karena sistemnya bergilir. Semoga nanti bisa sering diadakan di Sultra,” harapnya.
Panitia lokal STQH Kendari menyebutkan sedikitnya 150 pelaku UMKM berpartisipasi dalam bazar di sekitar arena utama. Keberadaan mereka diharapkan mampu mendorong geliat ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan kuliner khas Sulawesi Tenggara kepada tamu dari seluruh Indonesia.
STQH Nasional XXVIII tahun ini digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan akan berlangsung hingga 17 Oktober 2025. Selain cabang tilawah, tahfiz, dan tafsir, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar UMKM, pameran islami, serta pertunjukan seni budaya daerah. (**)
Reporter: Rahman












Komentar