MBG Bombana Tembus 32 Ribu Penerima, Gizi Meningkat Ekonomi Lokal Bergerak

Harianpublik.id,Bombana – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bombana terus menunjukkan progres menggembirakan. Sejak diluncurkan pada 21 April 2025, program ini telah menjangkau 32.219 penerima manfaat hingga akhir Februari 2026, meliputi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan hingga kelompok rentan.

Berdasarkan data Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bombana, Santi Sistra Pratama, S.A.P, penerima manfaat tersebar mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat. Rinciannya meliputi 183 siswa PAUD, 125 RA, 2.404 TK, 5.708 siswa SD kelas 1–3, dan 5.341 siswa SD kelas 4–6. Selain itu, 311 siswa MI kelas 1–3 dan 330 siswa MI kelas 4–6 juga menerima manfaat.

Pada jenjang pendidikan menengah, program ini menyentuh 3.235 siswa SMP, 1.739 siswa MTsN, 4.077 siswa SMA, 525 siswa SMK, dan 421 siswa MA. Tak ketinggalan, 118 siswa dari SLB dan pondok pesantren turut terlayani.

Tak hanya menyasar peserta didik, MBG juga hadir untuk kelompok 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Hingga kini tercatat 3.955 balita, 532 ibu hamil, dan 961 ibu menyusui telah menerima layanan gizi. Program ini turut melibatkan 1.677 guru, 480 tenaga kependidikan, dan 107 kader posyandu sebagai bagian dari ekosistem pendukung.

Dari sisi layanan, sebanyak 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi di berbagai wilayah Bombana. Sebanyak 14 unit dikelola mitra masyarakat, yayasan, dan UMKM, sementara masing-masing satu unit berada di bawah naungan TNI AD dan Polri.

Menariknya, SPPG tersebut memanfaatkan beragam jenis bangunan, mulai dari 10 rumah tinggal, 1 hotel/penginapan, 3 ruko, hingga 2 bangunan pergudangan yang disulap menjadi dapur layanan gizi.

Program MBG tak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Sebanyak 696 tenaga kerja lokal terserap sebagai relawan dalam distribusi dan operasional.

Setiap SPPG dilengkapi satu kepala SPPG, satu ahli gizi sebagai Pelaksana Layanan Operasional Gizi, serta satu ahli akuntansi sebagai Pelaksana Layanan Operasional Keuangan, memastikan tata kelola berjalan profesional dan transparan.

Di sektor kemitraan, 28 pemasok lokal terlibat aktif, terdiri dari 6 koperasi, 19 UMKM, dan 3 pemasok lainnya. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta pelaku usaha lokal menjadi kunci keberhasilan program ini.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan pemerataan layanan hingga wilayah terpencil dan kepulauan. Penguatan mutu dan keamanan pangan juga menjadi prioritas, demi menjamin keberlanjutan program bagi kelompok prioritas.

Dengan capaian yang terus meningkat, Program MBG di Bombana diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah secara nyata. (**)

Reporter: Ismi Azizah 

Komentar