HarianPublik.id,Kendari – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari menilai narasi persatuan yang dibangun oleh GMNI kubuh Soejahri Somar dinilai hanya ilusi belaka. Pasalnya, mereka justru menjadi pemicu terpecah belahannya GMNI yang ada di Sulawesi Tenggara khususnya cabang-cabang yang baru saja terbentuk.
Ketua DPC GMNI Kendari, Awal, menegaskan pihaknya menolak pembentukan cabang-cabang baru GMNI yang dinilai berpotensi menimbulkan sentimen dan konflik internal. Menurutnya, langkah itu hanya akan memecah konsentrasi gerakan serta merusak soliditas kader di daerah.
”Kami kader GMNI yang ada di Sultra menolak pembentukan cabang-cabang baru yang di nilai bisa memecah belah konsentrasi gerakan dan bisa saling memicu sentimen satu sama lain sesama anggota kader,” bebernya
Ia menilai, sebagai organisasi kader nasionalis, GMNI seharusnya menjadi ruang untuk merajut kebersamaan, persatuan, dan kesatuan. Namun, ia menyebut apa yang dilakukan oleh GMNI kubu Soejahri Somar tidak mencerminkan nilai tersebut.
”Narasi menyulam persatuan hanyalah omong kosong belakang, tidak kemudian di lakukan secara kongkret yang bisa di ikuti seluruh oleh kader dan anggota GMNI di Indonesia,” ujarnya
Awal menjelaskan, di tengah situasi politik dan dinamika gerakan yang semakin rapuh, organisasi mestinya mengutamakan keberanian menjaga integritas serta memperkuat fondasi perjuangan. Ia menilai kondisi internal GMNI saat ini justru mempertajam sikap kontradiktif dan elitis yang menggerus semangat kolektif organisasi.
“Kami tidak menginginkan hal demikian terjadi di Sulawesi Tenggara. Jangan sampai kepentingan segelintir orang mengorbankan semangat perjuangan yang selama ini dirawat kader,” katanya.
Awal juga menyoroti kisruh di tingkat pengurus pusat yang membuat kondisi GMNI menjadi runyam. Meski begitu, ia menilai permasalahan tersebut tidak semestinya menjadi alasan untuk memecah organisasi di tingkat daerah.
“Meskipun tujuannya baik, yakni menyebarkan nilai-nilai ajaran Bung Karno dan Marhaenisme, alangkah baiknya dilakukan bersama-sama secara konsekuen dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai informasi, GMNI pusat saat ini terbelah menjadi tiga struktur kepemimpinan. Meski telah muncul upaya rekonsiliasi, situasi tersebut tetap menjadi hambatan dalam proses kaderisasi dan konsolidasi organisasi, serta dinilai memicu sentimen perpecahan hingga di daerah.
“Sekali lagi, kami menolak pembentukan cabang-cabang baru di Sulawesi Tenggara yang berpotensi memecah belah semangat kader, serta kami menilai semangat menyulam persatuan hanyalah ilusi yang tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin,” tutup Awal. (**)
Reporter: Malika










Komentar