Harianpublik.id,Kendari – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Mayjen Katamso Desa Tanea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) sekira pukul 15.30 Wita, pada Senin (3/4/2023).
Kecelakaan maut itu menimpa satu keluarga terdiri dari suami, istri dan seorang anak perempuan. Dimana bermula saat sepeda motor Honda dengan nomor polisi DT 2128 DA yang mereka tumpangi terjatuh di tengah jalan di Desa Tanea.
Nahas, kejadian itu menyebabkan seorang anak N (7) meninggal dunia akibat pendarahan pada hidung dan telinga dan mulut hingga keretakan pada bagian kepala. Sementara ibunya L (37) mengalami pendarahan kandungan. Keduanya dibonceng A (34) tak lain ayah dan suami dari kedua korban tersebut.
Para korban bergerak dari arah Konsel menuju Kendari. Sesampainya di lokasi kejadian, motor yang ditumpangi keluarga tersebut tergelincir karena kondisi jalan yang licin sehingga mereka terjatuh di tengah jalan. Di saat bersamaan, ada sebuah truk Mitsubishi dengan nomor polisi DT 8297 AA yang dikemudikan DS (31), yang kemudian melintas bergerak dari arah Kendari menuju Konsel. Truk tersebut langsung melindas ibu dan anak perempuan itu.
Kapolresta Kendari, AKP Eka Faturrahman menjelaskan kronologi dari lakalantas tersebut. Awalnya pengemudi mobil truk Mitsubishi DS bergerak dari arah Utara ke Selatan (dari arah Kota Kendari menuju Kabupaten Konsel) dengan kecepatan yang sedang.
“Kemudian disaat yang sama bergerak pula sebuah sepeda motor Honda yang dikendarai lelaki A bersama 2 boncengannya perempuan L dan perempuan N yang bergerak dari arah berlawanan,” terang Eka.
Sesampainya di Jalan Mayjen Katamso Desa Tanea motor Honda yang dikendarai A kehilangan kendali. Lalu kemudian menikung truk dan terjatuh karena kondisi jalan licin, sehingga terseret mengarah ke lajur mobil Truck Mitsubishi sehingga mengakibatkan terjadinya peristiwa kecelakaan.
“Korban L mengalami memar pada wajah dan juga mengalami pendarahan pada kandungan (kondisi sedang hamil), sementara anak perempuannya mengalami pendarahan pada hidung, telinga, mulut dan keretakan pada kepala hingga meninggal dunia,” beber Eka.
Kapolresta menambahkan, untuk perkara tersebut sudah ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polresta Kendari. (**)
Penulis: Muamar










Komentar