Harianpublik.id,Kendari – Seluas 219 hektare sawah milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Samaendre di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) selamat dari badai El Nino. Alhasil, ratusan sawah padi itu berhasil panen, pada Selasa (7/11/2023) kemarin.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari bersama Dandim 1417 Kota Kendari melakukan kunjungan ke lapangan yang dirangkaikan dengan panen padi sawah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Asmawa Tosepu mengungkapkan bahwa dampak dari Elnino ini bukan hanya hewan dan tumbuhan yang terdesak tetapi manusia juga terutama dari kebutuhan air bersih.
“Tetapi kita kembalikan lagi kepada kebesaran Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa di tengah-tengah kekeringan ini (Elnino) dari 319 hektare lahan sawah yang ada di kawasan ini 219 hektarenya masih bisa di panen,” ungkapnya dikutip dari kendarikota.go.id, pada Rabu (8/11).
Menurut Pj Wali Kota Kendari, ini semua adalah gambaran bahwa masyarakat Gapoktan Samaendre ini bisa dikatakan sudah mandiri dalam konteks pangan.
“Minimal hasilnya nanti untuk kebutuhan hidup keluarga sudah terpenuhi, apalagi berbicara upaya dan ikhtiar kita untuk menekan angka inflasi,” ujar Asmawa Tosepu.
Selanjutnya, Kepala Biro Umum Kemendagri ini juga mengatakan, sebanyak 100 hektare lahan sawah yang berpotensi gagal panen.
“Mudah-mudahan dengan intervensi pemerintah melalui dinas pertanian ini akan bisa mengurangi, harapannya meski ada yang gagal panen tetapi tidak sebanyak itu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Sahurianto melaporkan, bahwa kondisi lahan sawah luasan awalnya mencapai 450 hektare.
“Karena ada pembatasan dan penjelasan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) tentang batas-batas wilayah sehingga dari 450 hektare kurang menjadi 319 hektare,” ujarnya.
Untuk diketahui, Pemerintah Kota Kendari juga memberikan bibit buah dan dua unit pompa air kepada Gapoktan Samaendre. (Red)













Komentar