Harianpublik.id,Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, Rabu (4/2/2026). Rapat berlangsung di ruang rapat Wakil Wali Kota Kendari dan diikuti oleh 13 organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Kendari memetakan secara rinci jumlah anak yang terdata mengalami stunting, yakni sebanyak 462 anak. Data ini kemudian menjadi dasar pembagian tugas dan tanggung jawab kepada seluruh OPD, termasuk Wali Kota, Wakil Wali Kota, anggota DPRD, hingga Baznas Kota Kendari untuk melakukan intervensi langsung di lapangan.
Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintahan.
“Penanganan stunting tidak bisa diserahkan kepada satu OPD saja. Karena itu, tanggung jawab ini kita bagi agar semua perangkat daerah terlibat langsung melakukan pendampingan kepada anak-anak yang terdata,” ujar Amir Hasan.
Ia menjelaskan, setiap OPD akan bertanggung jawab mendampingi anak stunting yang telah dibagi sesuai porsi masing-masing. Pendampingan dilakukan secara intensif melalui kunjungan langsung ke keluarga, pemberian bantuan makanan bergizi, serta pemenuhan kebutuhan pokok anak.
Menurut Amir Hasan, pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat intervensi sekaligus memastikan bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan keluarga anak stunting.
“Dengan cara ini, intervensi bisa lebih cepat, terarah, dan menyentuh langsung kebutuhan keluarga. Kita ingin memastikan anak-anak ini tidak hanya tercatat di data, tetapi benar-benar didampingi,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Kota Kendari dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh sehat dan optimal.
“Kita ingin memastikan setiap anak yang terdata benar-benar didatangi, dibantu, dan dipantau perkembangannya,” pungkasnya. (**)







Komentar