Harianpublik.id,Bombana – Di balik rimbunnya hutan Desa Rambaha, Kabupaten Bombana, tersembunyi sebuah keindahan alam yang masih alami dan belum banyak tersentuh, yakni Air Terjun Lakawa. Destinasi ini menawarkan suasana sejuk, tenang, dan jauh dari kebisingan, menjadikannya oase alami bagi para pencinta petualangan.
Untuk menemukan Air Terjun Lakawa, pengunjung harus mendaki gunung dengan jarak kurang lebih 5 kilometer. Perjalanan tersebut bukan tanpa tantangan. Jalur yang dilalui berupa jalan setapak di tengah hutan lebat, tanjakan curam, akar-akar pohon yang menjuntai, serta bebatuan licin yang harus dilewati dengan hati-hati. Di beberapa titik, pengunjung juga harus menyeberangi aliran sungai kecil dan menyusuri lereng dengan kemiringan cukup terjal.
Namun, justru rintangan inilah yang membuat perjalanan menuju Lakawa terasa istimewa. Setiap langkah menghadirkan sensasi petualangan tersendiri, ditemani udara hutan yang segar dan suara alam yang menenangkan. Rasa lelah perlahan terbayar lunas saat gemuruh air mulai terdengar dari kejauhan.
Air Terjun Lakawa mengalir bertingkat melewati bebatuan alami, membentuk kolam kecil di bagian bawahnya. Airnya tampak jernih dan segar. Masyarakat setempat meyakini air yang mengalir di Lakawa masih sangat alami dan dapat diminum langsung.
Salah seorang warga Desa Rambaha, Safar, mengatakan bahwa air terjun tersebut memang sering dimanfaatkan warga saat berada di kawasan hutan.
“Airnya bisa diminum langsung, rasanya sangat segar dan dingin. Sejak dulu kami minum dari sini kalau sedang ke kebun atau masuk hutan,” ujar Safar.
Selain Air Terjun Lakawa, di kawasan pegunungan yang lebih tinggi terdapat sumber mata air alami bernama Mata Piniuwu. Lokasinya terpisah dari air terjun dan membutuhkan waktu sekitar empat jam perjalanan mendaki untuk mencapainya. Mata Piniuwu berbentuk menyerupai sumur alami dengan air yang sangat jernih dan dingin.
Sekretaris Desa Rambaha, Sumedin menegaskan bahwa potensi alam tersebut merupakan kekayaan desa yang harus dijaga kelestariannya.
“Air Terjun Lakawa dan Mata Piniuwu adalah kekayaan alam Desa Rambaha. Kami menjaga agar tetap alami karena ini bukan hanya potensi wisata, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat,” ujarnya, pada Rabu (25/02/2026).
Dengan jalur yang menantang dan panorama alam yang masih alami serta terjaga keasriannya, Air Terjun Lakawa menjadi bukti bahwa Desa Rambaha menyimpan pesona luar biasa. Keindahannya bukan hanya pada derasnya air yang mengalir, tetapi juga pada perjuangan untuk mencapainya, sebuah pengalaman yang menghadirkan rasa puas, kagum, dan kedekatan yang mendalam dengan alam. (**)
Reporter: Ismi Azizah







Komentar