Harianpublik.id,Konawe Kepulauan – Sampah yang berserakan di pesisir selalu menyisakan ironi. Di satu sisi, pantai menjadi ruang rekreasi dan wajah sebuah daerah. Di sisi lain, ia kerap menjadi tempat berakhirnya kebiasaan membuang sampah sembarangan. Persoalan itu pula yang menjadi latar aksi bersih-bersih yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Konawe Kepulauan di Pantai Kampa, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli Lingkungan yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Di Konawe Kepulauan, aksi itu melibatkan pengurus partai, kader, simpatisan, serta masyarakat yang bersama-sama membersihkan kawasan pesisir dari sampah plastik dan berbagai jenis limbah lainnya.
Tak ada agenda yang rumit. Para peserta menyusuri garis pantai, memungut sampah, lalu mengumpulkannya untuk diangkut. Namun, di balik aktivitas yang tampak sederhana itu tersimpan pesan yang lebih besar: menjaga lingkungan adalah pekerjaan bersama yang tidak mengenal batas organisasi, profesi, maupun kepentingan politik.
Ketua DPC Partai Demokrat Konawe Kepulauan, Ir. H. Amrullah, MT, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen partainya untuk menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan. Pantai yang bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujar Amrullah.
Pemilihan Pantai Kampa sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Konawe Kepulauan yang menjadi ruang publik sekaligus etalase daerah. Kebersihan pantai menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik wisata sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Selain membersihkan kawasan pesisir, peserta juga mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa persoalan sampah tidak akan selesai hanya melalui aksi sesaat, melainkan membutuhkan perubahan perilaku yang berlangsung terus-menerus.
Aksi di Pantai Kampa menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu lahir dari kebijakan besar. Ia sering kali dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dikerjakan bersama. Ketika ruang publik dijaga secara kolektif, lingkungan bukan hanya tampak lebih bersih, tetapi juga menghadirkan harapan bahwa budaya peduli dapat tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat. (**)
Penulis: Redaksi










Komentar