Jelang Nataru, Pemkot Kendari Adakan Gerakan Pangan Murah

HarianPublik.id,Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan Kendari menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Desember 2025, bertempat di Pelataran Parkir Kantor Wali Kota Kendari.

Gerakan Pangan Murah tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bulog Provinsi Sulawesi Tenggara, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, serta sejumlah mitra swasta dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menyampaikan bahwa GPM merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi, khususnya di sektor pangan, menjelang momen meningkatnya konsumsi masyarakat.

“Bulan Desember ini kita menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, Natal dan Tahun Baru. Melalui kolaborasi Pemerintah Kota Kendari dengan Bank Indonesia dan PT Sosro Indonesia, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Seluruh fasilitas yang disiapkan hari ini merupakan bentuk dukungan dari Bank Indonesia dan mitra swasta,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk distributor dan pelaku UMKM, memiliki dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, meskipun kegiatan ini berskala sederhana, dampaknya cukup signifikan terhadap daya beli masyarakat dan pergerakan ekonomi lokal.

“Hingga akhir tahun ini, posisi inflasi Kota Kendari dalam tiga bulan terakhir menunjukkan tren penurunan yang cukup baik, khususnya di sektor pangan, dan berada pada posisi yang positif di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman dalam sambutannya mengapresiasi inovasi dan kreativitas Dinas Ketahanan Pangan yang mampu melibatkan berbagai sektor dalam pengendalian inflasi, tidak semata-mata bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kita bersyukur karena kegiatan pasar murah dan gerakan pangan murah ini rutin dilakukan. Bahkan sejak awal masa jabatan kami, kegiatan seperti ini sudah berjalan ratusan kali. Itulah sebabnya stabilitas harga di Kota Kendari sangat terjaga dan termasuk yang paling stabil di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Ia menjelaskan, inflasi Kota Kendari saat ini berada di kisaran 2,7, yang menurutnya merupakan angka ideal. Pasalnya, inflasi yang terlalu tinggi akan membebani masyarakat, sementara inflasi yang terlalu rendah atau deflasi justru dapat merugikan petani dan peternak.

“Tugas pemerintah adalah menjaga keseimbangan. Harga tidak boleh terlalu mahal sehingga memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak terlalu murah agar petani dan distributor tidak dirugikan. Kegiatan ini bukan untuk menyaingi pasar, melainkan untuk menstabilkan pasar,” tambahnya.

Sudirman juga mengapresiasi peran BPS yang secara konsisten memantau dan melaporkan perkembangan harga serta potensi inflasi kepada pemerintah daerah. Hal tersebut dinilai sangat membantu dalam pengambilan kebijakan cepat, termasuk pelaksanaan pasar murah saat terjadi gejolak harga.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kota Kendari berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga hingga akhir tahun dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sesuai dengan daya beli, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha petani, peternak, dan pelaku distribusi pangan. (**)

Reporter: Malika

Komentar